Pejabat minta Israel menyerbu Masjid Al Aqsa, 15 Mei

Fandi R. · 2 min baca · 28 hari lalu · 58 dibaca
Bisik.id
Pejabat minta Israel menyerbu Masjid Al Aqsa, 15 Mei

Gambar atau konten salah?

13 pejabat, termasuk tiga menteri, mengajak warga Israel menyerbu Masjid Al Aqsa pada Jumat, 15 Mei 2024. Gerakan ini dimaksudkan sebagai peringatan atas pendudukan Israel atas Yerusalem Timur yang terjadi lima dekade lalu.

Israel setiap tahun merayakan Hari Yerusalem dan penyatuan kembali kota yang dianggap milik Palestina. Menurut kalender Ibrani, perayaan tersebut jatuh pada 15 Mei 2024. Negara ini telah menguasai Yerusalem Timur sejak 1967, dan tanggal tersebut juga menandai peringatan Nakba, pengusiran paksa ratusan ribu warga Palestina.

Radio Angkatan Darat menyatakan bahwa belasan anggota Knesset dan menteri meminta Masjid Al Aqsa dibuka bagi umat Yahudi. Menteri Komunikasi Shlomo Karhi, Menteri Olahraga Miki Zohar, dan Menteri Urusan Diaspora Amichai Chikli terlibat dalam permintaan tersebut.

Menurut laporan radio, polisi Israel kemungkinan akan menolak permintaan itu. Namun pejabat sayap kanan menegaskan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Masjid Al Aqsa adalah situs suci ketiga bagi umat Islam. Kompleks ini juga dianggap suci bagi Yahudi karena diyakini menjadi lokasi dua kuil kuno. Sejak lama, rabi-rabi melarang umat Yahudi mengunjungi Temple Mount.

Namun sejak 2003, polisi Israel mengizinkan Yahudi memasuki Masjid Al Aqsa, kecuali pada hari Jumat dan Sabtu. Status quo mengizinkan keduanya berkunjung, namun Yahudi dilarang beribadah di kawasan tersebut.

Kontroversi ini menambah ketegangan di wilayah yang sensitif. Peristiwa ini menyoroti dinamika politik dan agama yang berlapis di Yerusalem. Keputusan akhir masih belum jelas, menunggu tindakan Benjamin Netanyahu.

Gerakan ini mencerminkan ketegangan berkelanjutan antara kebijakan politik dan hak keagamaan di wilayah yang diperebutkan. Perubahan kebijakan di masa depan dapat memengaruhi hubungan antara komunitas Yahudi dan Muslim di kawasan tersebut.

Masjid Al AqsaYerusalem TimurBenjamin NetanyahuPengusiran PaksaKebijakan PolitikKeagamaanKonteks

Komentar

Memuat komentar...