Pembaruan Berkelanjutan Prodi di Perguruan Tinggi Indonesia

Yanto K. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 103 dibaca
Bisik.id
Pembaruan Berkelanjutan Prodi di Perguruan Tinggi Indonesia

Gambar atau konten salah?

Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menegaskan bahwa perguruan tinggi harus terus beradaptasi agar ilmu yang diajarkan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masa depan. Ia menekankan pentingnya pembaruan berkelanjutan sebagai kunci agar proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak ketinggalan zaman.

Ucapan tersebut disampaikan saat upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 yang digelar di lapangan Kemdikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat pada hari Sabtu, 2 May 2026. Acara tersebut dipimpin oleh Mendiktisaintek dan menjadi ajang bagi para pejabat dan akademisi untuk meninjau kembali arah pendidikan di Indonesia.

Brian menyatakan, "Pendidikan tinggi juga harus terus beradaptasi melalui pembaharuan berkelanjutan agar ilmu yang diajarkan senantiasa relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masa depan". Ia menambahkan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari rangkaian pendidikan dasar ke pendidikan tinggi untuk menjawab tantangan nyata di masyarakat.

Ia menekankan bahwa upaya tersebut perlu didukung oleh kolaborasi yang menghasilkan solusi konkret. "Melalui kemitraan pentahelix, program Magang Berdampak Katalisator Kemitraan Berdikari, serta pengembangan taman sains dan teknologi, perguruan tinggi terus memperluas kontribusinya dalam menjawab berbagai tantangan bangsa," ungkapnya. Program-program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi dan inovasi lokal.

Selanjutnya, Brian mengungkapkan rencana penataan program studi. Ia menegaskan bahwa program studi tidak akan ditutup, melainkan dikembangkan. "program studi ya, alih-alih kita menutup program studi, program studi ini justru kita kembangkan. Dalam artian apa? Dalam artian program studi kita dorong ya untuk terus melakukan update pengetahuan yang diajarkan," ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap program studi harus melakukan peninjauan berkala, bahkan setiap dua atau empat tahun, sesuai dengan prinsip continuous improvement.

Ia menjelaskan bahwa industri dan perkembangan teknologi menjadi acuan bagi setiap program studi di Indonesia. "Industri maupun perkembangan teknologi itu kemudian menjadi referensi bagi setiap program studi yang ada di Indonesia untuk melakukan terus-menerus perbaikan. Ini yang disebut sebagai continuous improvement. Makanya ini yang kita dorong, dan seluruh dunia memang melakukan itu, program studi itu continuous improvement setiap 4 tahun, bahkan setiap 2 tahun, itu berbeda-beda, melakukan peninjauan kembali," terangnya. Contoh konkret yang ia sebutkan adalah jurusan teknik elektro, yang telah mengalami perubahan signifikan sejak masa lalu hingga kini, dipengaruhi oleh internet of things (IoT) dan teknologi terkini.

Ia juga menyoroti perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan komputasi kuantum. "Sementara dengan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan komputasi kuantum, lulusan perlu disiapkan untuk mampu bekerja selaras dengan perkembangan teknologi di masa depan." Ia menutup dengan pesan bahwa perguruan tinggi harus terus memperbarui relevansi kurikulum. "Jadi alih-alih menutup prodi, yang kita dorong adalah bersama-sama dengan perguruan tinggi itu membuat supaya prodi ini meng-update secara berkala relevansi antara apa yang diajarkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya.

Acara tersebut juga diikuti oleh sesi Kick Off Program Bestari Saintek dan Peluncuran Program Semesta Skema Pendanaan APBN Tahun 2026 di Graha Kemdiktisaintek Gedung D, Senayan, Jakarta pada hari Rabu, 29 April 2026. Di sana, Brian menekankan pentingnya peninjauan berkala terhadap program studi sebagai bagian dari continuous improvement yang berlaku di seluruh dunia.

Dengan menekankan pembaruan berkelanjutan, kolaborasi industri, dan peninjauan rutin program studi, Brian Yuliarto menunjukkan arah pendidikan tinggi Indonesia yang lebih responsif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan masa depan.

Pendidikan tinggiPeningkatan berkelanjutanKolaborasi industriTeknologi AIKomputasi kuantumProgram studiPentahelix

Komentar

Memuat komentar...