Pemuda 19 Tahun Jual Nasi Goreng Formal Jadi Viral di Yantai
Gambar atau konten salah?
Di pasar malam Yantai, seorang pemuda berusia 19 tahun mulai menarik perhatian banyak orang. Ia menjual nasi goreng sambil mengenakan jas dan pakaian formal, sesuatu yang tidak biasa bagi pedagang kaki lima.
Gaya tampilannya yang rapi dan teratur membuatnya menjadi sorotan di media sosial. Ia memasak dengan gerakan yang teatrikal, menambah daya tarik bagi para pelanggan yang datang hanya untuk melihat aksi tersebut.
Nama pemuda itu adalah Lu. Ia mulai membantu usaha keluarganya pada usia 17 tahun dan kini menjadi tulang punggung utama bagi rumah tangga mereka. Awalnya, ia memakai jas hanya untuk tampil lebih “rapi” dan berbeda dari pedagang lain.
Setiap hari, Lu berjualan di area pasar malam. Ia mampu menjual hingga 200 porsi nasi goreng dalam satu hari. Harga satu porsi adalah 10 Yuan, setara dengan Rp 26.000. Laporan media lokal mencatat omzet bulanan sekitar 50 ribu Yuan, atau lebih dari Rp 129 juta.
Setelah dikurangi biaya operasional, keuntungan bersih diperkirakan mencapai 20 ribu Yuan, atau sekitar Rp 51,7 juta per bulan. Keuntungan ini mencapai Rp 51 juta per bulan, menjadikannya salah satu penjual nasi goreng paling sukses di kawasan tersebut.
Ayah Lu turut membantu menyiapkan bahan sebelum dimasak. Keterlibatan keluarga menambah nilai kepercayaan bagi pelanggan yang sering mengunjungi lapak ini.
Pelanggan Lu tidak hanya terpesona oleh penampilannya, tetapi juga mengakui bahwa rasa nasi gorengnya enak. Banyak yang datang hanya untuk mencicipi hidangan yang sudah menjadi viral.
Untuk memperkuat citra dirinya di internet, Lu secara khusus menggunakan tagar #sanjifriedreice di media sosial. Ia terinspirasi oleh karakter anime yang ia rasa melekat pada dirinya, sehingga nama tagar tersebut dipilih.
Keberhasilan Lu menunjukkan bahwa penampilan dan cara berjualan dapat memengaruhi penjualan. Di pasar malam Yantai, ia menjadi contoh bagaimana kombinasi gaya, kualitas produk, dan dukungan keluarga dapat menghasilkan keuntungan yang signifikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tujuh Tempat Makan Legendaris di Cilandak Menjelajah Rasa
Tahu Walik Aci: Camilan Renyah dan Kenyal dari Banyuwangi
Chicken Katsu: Rasa Renyah di Rumah Bersama Saus Mentai
Tujuh Langkah Menjaga Dapur Rapi Saat Memasak Tips Praktis
Tahu Walik: Gorengan Teriak dari Banyuwangi Camilan
Kopi Kekinian 5 Racikan di Kafe Jakarta: Mont Blanc & Coconut
Berita Terbaru
Alfin Setyo Tunggal Pemaafkan Pelaku Pencuri Uang Toko
Indonesia vs Kamboja di Piala AFF U-19 2026, Sabtu 13 Juni
Cucurella Tegaskan Tidak Pindah Chelsea, Bahagia di London
Elon Musk Jadi Miliarder Pertama Dunia Setelah IPO SpaceX
OKU Kirim Paket Sembako ke Korban Kebakaran Pasar Baru
Indonesia Raih Final Ganda Putri Australian Open 2026
Jember Pimpin 6,35% Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I
