Pengeluaran Jajan Per Kapita Tertinggi di Papua Pegunungan
Gambar atau konten salah?
Di Medan, membeli makanan dan minuman siap saji, yang sering disebut jajan, masih menjadi kebiasaan yang cukup tinggi di kalangan masyarakat.
Menurut dokumen Statistik Konsumsi Pangan 2025, minat terhadap jajan dapat dilihat dari besarnya pengeluaran untuk kelompok Makanan dan Minuman Jadi.
Data menunjukkan perbedaan signifikan antara penduduk perkotaan dan pedesaan. Rata‑rata pengeluaran penduduk perkotaan mencapai Rp 294.188 per kapita setiap bulan, sementara masyarakat pedesaan hanya mengeluarkan Rp 181.387 per kapita.
Pengeluaran lebih tinggi di perkotaan dapat dipengaruhi oleh akses yang lebih luas ke toko‑toko dan warung, serta gaya hidup yang lebih cepat.
Sementara itu, di pedesaan, pengeluaran lebih rendah mencerminkan pola konsumsi yang lebih sederhana dan keterbatasan akses.
Berikut jajanan yang paling digemari secara nasional:
- Gorengan: 144 potong per orang per tahun
- Kue basah: 73 buah per orang per tahun
- Mie bakso/rebus/goreng: 27 porsi per orang per tahun
- Nasi campur/rames: 32 porsi per orang per tahun
- Es krim: 11 cup per orang per tahun
Jajanan gorengan tetap menjadi favorit karena rasanya yang renyah dan harganya yang terjangkau.
Kue basah sering disajikan dalam acara keluarga, sementara mie bakso menjadi pilihan praktis untuk sarapan atau makan siang.
Nasi campur/rames biasanya disajikan di warung makan tradisional, sedangkan es krim menjadi pilihan segar di musim panas.
Provinsi dengan pengeluaran tertinggi untuk jajan tidak dipimpin oleh DKI Jakarta. Daerah yang menghabiskan paling banyak adalah Papua Pegunungan.
- Papua Pegunungan: Rp 1.256.747
- DKI Jakarta: Rp 1.153.404
- Kepulauan Riau: Rp 1.063.897
- Kepulauan Bangka Belitung: Rp 915.697
Papua Pegunungan, meski jarang disebut dalam statistik, menunjukkan pengeluaran tinggi karena variasi budaya kuliner lokal.
DKI Jakarta, sebagai pusat ekonomi, tetap menempati posisi kedua dengan pengeluaran yang signifikan.
Kepulauan Riau dan Bangka Belitung menunjukkan pola pengeluaran yang mencerminkan kebiasaan makan di daerah pesisir.
Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan bahwa kebiasaan jajan masih menjadi bagian penting dari kehidupan sehari‑hari di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Daftar Ulang SPMB Sumsel 2026: Info Murid Baru Diantar
Sekolah Inklusi Bali: Pilihan Utama SPMB 2026 Akses Setara
Maggie Baird Rilis Buku Resep Vegan untuk Billie
Skor SPMB Sekolah Maung Dipertanyakan, Perubahan 50 Poin
Peraturan Baru: Ekspor SDA Strategis Melalui PT Danantara
Kenaikan Harga Minyak Meningkatkan Beban Konsumen Indonesia
Remaja 18 Tahun Meninggal Akibat Ledakan di Bekas Markas OPM
