Pengumuman Hasil UTBK SNBT Perlu 20 Hari, Katakan Pak Eduart
Gambar atau konten salah?
Prof Dr Ir Eduart Wolok, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, menjelaskan mengapa proses pengumuman hasil UTBK SNBT memakan waktu hampir sebulan. Ia menegaskan bahwa waktu tersebut terkait dengan timing dan dua tahap penilaian, yakni scoring dan pembobotan.
Pelaksanaan UTBK berlangsung pada 02 Mei 2026, sementara pengumuman hasil dilaksanakan pada 25 Mei 2026. Ia menyebutkan bahwa mereka memerlukan 20 hari untuk menyelesaikan proses tersebut. “Jawaban pertama, kenapa harus April dilaksanakan? Karena harus setelah lulusan. Karena peserta UTBK kan lulusan SMA. Jadi tidak mungkin kami tarik ke Maret,” jelas Eduart dalam Rapat Dengar Pendapat Panitia Kerja (RDP Panja) Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru bersama Komisi X DPR RI.
Eduart menambahkan bahwa mereka sudah berusaha memadatkan jadwal. Dengan 871.496 peserta UTBK (2026), semua peserta selesai pada 02 Mei dan pengumuman pada 25 Mei. Ia menegaskan, “Kami menggunakan sistem yang berbeda antara scoring dan bobot.”
Proses scoring dan pembobotan dijelaskan secara rinci. Setelah UTBK selesai, panitia SNPMB melakukan validasi ulang jawaban per soal. Selanjutnya, panitia melakukan scoring, di mana tim scoring tidak mengetahui nama dan nomor peserta yang di-scoring. “Selanjutnya, panitia melakukan scoring, yang mana tim scoring sendiri juga tidak mengetahui nama dan nomor peserta yang di-scoring,” ungkapnya. Ia menegaskan, “Jadi kalau saya di tim scoring, saya tidak tahu siapa nih yang saya periksa. Yang pasti skornya sekian, baru kemudian akan cocokkan ke tim untuk pembobotan. Itu tim yang berbeda.”
Eduart juga berbagi pengalaman pribadi. “Bahkan Ibu-Bapak, saya ingin sampaikan, ketua penanggung jawab soal itu memiliki dua putra yang ikut SNBT dan alhamdulillah dua-duanya tidak lulus, padahal soalnya ada di rumahnya. Bahkan kemarin terus terang beberapa rektor sempat galau ketika penetapan anak mereka tidak lulus,” ungkapnya.
UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) merupakan ujian penting bagi calon mahasiswa, sementara SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes) dan SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) merupakan mekanisme seleksi yang melibatkan ribuan peserta. Proses yang terpisah antara scoring dan pembobotan dirancang untuk menghindari kecurangan dan menjaga integritas. Waktu antara ujian dan pengumuman dipengaruhi oleh validasi jawaban, penilaian skor, dan penetapan bobot, yang semuanya memerlukan ketelitian. Dengan jadwal yang padat namun terstruktur, komite berupaya memastikan hasil yang akurat dan adil bagi semua peserta.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
UIN Jakarta Buka Pendaftaran SPMB Mandiri Reguler 2026
Tiga Mahasiswa UGM Raih IPK 4,00 di Wisudawan Kedokteran
Kemdikbud Rencanakan Seleksi Gabungan PTN‑PTS 2026
BINUS Rancang Kurikulum Akuntan Digital Berbasis AI
Kemdiktisaintek Usulkan Sistem Seleksi Bersama PTN dan PTS
UGM 2026: 44.972 Pendaftar, 3.729 Kursi, Kompetisi Ketat
Berita Terbaru
YS, ND Ditangkap Polisi Syariah Banda Aceh, Tanpa Pihak
UIN Jakarta Buka Pendaftaran SPMB Mandiri Reguler 2026
Cek Status PIP Juni 2026 & Panduan Aktivasi Rekening
Pemerintah: IHSG Turun, Defisit 0,9% Menimbulkan Kecemasan
Manchester United Target Juara Liga Inggris 2028 untuk Ke-150
Telkomsel Fokus Layanan Digital Ramah Lingkungan Indonesia
