Penyamun Buaya di Luwu: Petani 52 Tahun Terjerat Air

Dedi S. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 74 dibaca
Bisik.id
Penyamun Buaya di Luwu: Petani 52 Tahun Terjerat Air

Gambar atau konten salah?

Salmi, seorang wanita berusia 52 tahun dari Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mengalami kejadian mengerikan saat memanen sayur di Desa Pompengan, Kecamatan Lamasi Timur.

Di 10 April 2026, sekitar pukul 17.00 WITA, Salmi sedang menyiapkan lahan yang berdekatan dengan sungai. Menurut keponakannya, Ahmad Ismail, ia sedang memanen sayur ketika tiba-tiba diserang buaya dari belakang.

“Dia sementara ambil sayur, tiba-tiba diserang buaya dari belakang,” kata Ahmad. Ia menjelaskan bahwa buaya muncul dari sungai di sekitar jarak 2 meter tempat Salmi menyiapkan pengairan.

Buaya itu langsung menarik Salmi ke dalam air. Namun, tak lama kemudian ia melepaskan gigitannya, memungkinkan korban diselamatkan. Ahmad mengingatkan bahwa Salmi berputar-putar di dalam sungai, sementara ia tetap tenang.

“Itu tante ditarik ke dalam sungai, sampai berputar-putar itu buaya, dalam hatinya bahkan pasrah mi dan membaca ayat kursi,” ujar Ahmad. Ia menambahkan bahwa buaya hanya menggigit daging, sehingga tidak menabrak tulang.

Akibatnya, Salmi kehilangan sebagian daging betisnya. Ia segera dibawa ke RSUD Sawerigading Palopo untuk penanganan medis. Dokter menyatakan bahwa ia harus menjalani operasi karena keretakan tulang yang disebabkan oleh gigitan buaya.

“Nanti dia mau di operasi, karena ada keretakan tulang,” tambah Ahmad.

Kasus ini menyoroti risiko yang dihadapi petani di daerah pesisir, di mana buaya masih aktif berpatroli di sungai. Kesadaran akan bahaya ini penting bagi semua yang bekerja dekat air.

SalmibuayaSungai LuwupetanioperasiRSUD Sawerigadingrisiko petani pesisir

Komentar

Memuat komentar...