Perbandingan Telur Omega‑3 Biasa: Omega‑3 5 Kali Lebih

Dedi S. · 3 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Perbandingan Telur Omega‑3 Biasa: Omega‑3 5 Kali Lebih

Gambar atau konten salah?

Telur sudah lama menjadi makanan pokok di meja makan banyak keluarga. Sebagai sumber protein hewani yang mudah didapat, telur biasa sering dimasak dalam berbagai cara, mulai dari rebus, goreng, hingga dipakai sebagai bahan dasar kue.

Baru-baru ini, pasar juga memperkenalkan varian telur yang disebut telur omega‑3. Telur ini biasanya dijual dengan harga lebih tinggi dibanding telur biasa, dan promosi utamanya menekankan kandungan omega‑3 yang lebih tinggi.

Apakah klaim tersebut benar? Seberapa besar perbedaan kandungan omega‑3 antara telur omega‑3 dan telur biasa? Dan apakah perbedaan ini membawa manfaat kesehatan tambahan? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Food Chemistry membandingkan dua jenis telur yang beredar di pasaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis telur itu sama-sama mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Namun, perbedaan terletak pada komposisi asam lemak di dalam kuning telurnya.

Telur omega‑3 memiliki kandungan asam lemak omega‑3 yang jauh lebih tinggi. Total asam lemak omega‑3 pada telur omega‑3 tercatat mencapai 6,57 persen dari total asam lemak kuning telur. Sebagai perbandingan, pada telur konvensional hanya sekitar 1,36 persen. Dengan kata lain, kandungan omega‑3 pada telur omega‑3 hampir lima kali lebih tinggi dibanding telur biasa.

Perbedaan juga terlihat pada alpha‑linolenic acid (ALA), salah satu jenis asam lemak omega‑3. Telur omega‑3 mengandung ALA sebesar 4,52 persen, sementara telur konvensional hanya sekitar 0,51 persen. Kandungan docosahexaenoic acid (DHA), yang penting bagi kesehatan otak dan mata, juga lebih tinggi pada telur omega‑3, yakni 2,05 persen dibanding 0,85 persen pada telur biasa.

Selain itu, penelitian menemukan bahwa telur omega‑3 memiliki proporsi lemak jenuh yang sedikit lebih rendah. Total lemak jenuh pada telur omega‑3 tercatat 31,3 persen, sedangkan pada telur biasa mencapai 33,8 persen. Rasio omega‑3 terhadap omega‑6 pada telur omega‑3 juga lebih baik dibanding telur konvensional.

Peningkatan kandungan omega‑3 ini biasanya diperoleh dari pakan ayam yang diperkaya sumber omega‑3, seperti biji rami (flaxseed), minyak ikan, atau alga. Ayam yang digunakan tetap berasal dari jenis yang sama dengan ayam petelur biasa, tetapi mendapat perlakuan pakan yang berbeda.

Berikut beberapa manfaat tambahan yang dikaitkan dengan telur omega‑3, meski manfaat ini harus dilihat sebagai bagian dari pola makan sehat secara keseluruhan:

  • Mendukung kesehatan otak dan sistem saraf. DHA, yang lebih tinggi pada telur omega‑3, merupakan komponen penting dalam membran sel otak. Penelitian menunjukkan asupan DHA dapat mendukung fungsi kognitif, pembelajaran, dan perkembangan otak, terutama pada masa pertumbuhan.
  • Baik untuk kesehatan mata. DHA juga merupakan asam lemak utama di retina. Kecukupan DHA sering dikaitkan dengan pemeliharaan fungsi penglihatan. Telur omega‑3 dapat menjadi sumber tambahan DHA bagi orang yang tidak rutin mengonsumsi ikan berlemak.
  • Berpotensi mendukung kesehatan jantung. Omega‑3, terutama EPA dan DHA, telah diteliti terkait kesehatan kardiovaskular. Asupan omega‑3 berhubungan dengan perbaikan profil lemak darah dan proses peradangan. Selain kandungan omega‑3 lebih tinggi, telur omega‑3 juga memiliki proporsi lemak jenuh sedikit lebih rendah.
  • Alternatif sumber omega‑3 bagi yang jarang makan ikan. Banyak orang belum memenuhi kebutuhan omega‑3 karena jarang mengonsumsi ikan laut. Telur omega‑3 dapat menjadi alternatif untuk menambah asupan omega‑3 harian. Penelitian menunjukkan asam lemak omega‑3 dari telur dapat diserap tubuh dan terdeteksi pada fosfolipid trombosit darah manusia, menandakan ketersediaan hayati yang baik.

Walaupun telur omega‑3 menawarkan kandungan omega‑3 yang lebih tinggi, telur biasa tetap merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mengandung berbagai vitamin dan mineral penting. Pilihan antara telur omega‑3 dan telur biasa dapat disesuaikan dengan kebutuhan gizi dan pola makan masing-masing individu.

Secara keseluruhan, perbedaan kandungan omega‑3 antara telur omega‑3 dan telur biasa cukup signifikan, dengan telur omega‑3 hampir lima kali lebih banyak omega‑3. Manfaat tambahan yang terkait dengan DHA dan ALA dapat mendukung kesehatan otak, mata, dan jantung, serta memberi alternatif bagi mereka yang tidak rutin mengonsumsi ikan berlemak. Namun, telur biasa tetap menjadi pilihan sehat, dan keputusan akhir tergantung pada preferensi pribadi serta kebutuhan nutrisi.

telur omega‑3kandungan omega‑3ALADHAkesehatan otakkesehatan matakesehatan jantung

Komentar

Memuat komentar...