Pertamina Bina Warga Pesisir Batam, Pendapatan Melonjak 40%

Yanto K. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pertamina Bina Warga Pesisir Batam, Pendapatan Melonjak 40%

Gambar atau konten salah?

Pertamina Patra Niaga memberikan dukungan kepada warga pesisir di Kampung Tua Terih, Batam, agar bisa lebih maksimal mengolah hasil laut menjadi produk makanan dan usaha. Tujuannya jelas: menambah penghasilan keluarga. Program ini bernama Community Involvement & Development (CID) Kampung Bahari Si Pelaut, yang dibina oleh Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal Hang Nadim.

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga menyerahkan 1.000 bibit ikan kakap dan 500 bibit ikan nila. Bibit-bibit itu diberikan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terihindo Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari. Kampung binaan ini dinilai punya potensi besar karena mampu mengubah sumber daya pesisir menjadi kegiatan ekonomi yang nyata.

"Apa yang dikembangkan di sini menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan menjadi kegiatan produktif, sarana edukasi, sekaligus produk yang memiliki nilai tambah. Potensinya sangat baik dan perlu terus dikembangkan agar manfaatnya semakin luas," kata Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, dalam keterangan tertulis pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Program Kampung Bahari Si Pelaut melibatkan empat kelompok. Mereka mengembangkan budidaya ikan dan sayuran, merehabilitasi mangrove, serta mengolah hasil perikanan. Hasilnya? Pendapatan nelayan dan UMKM perempuan naik drastis. Dari semula Rp 27,56 juta, menjadi Rp 68,45 juta per anggota. Itu kenaikan sekitar 40 persen.

Dian, Ketua Kelompok Wanita Tani Warisan Lestari sekaligus Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), mengaku pendampingan Pertamina mendorong rasa percaya diri masyarakat. Mereka jadi berani mengembangkan usaha. Akses untuk terus berkarya pun terbuka lebar. Penghasilan keluarga bertambah.

"Dulu kami hanya UMKM kecil. Setelah mendapat pendampingan, kami dibekali pengetahuan tentang produksi yang higienis, manajemen keuangan, branding, dan pemasaran digital. Dari awalnya hanya satu atau dua produk, sekarang kami memiliki enam produk unggulan. Pendapatan anggota kelompok juga bertambah dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari," ungkap Dian.

Poklahsar sendiri kini mengolah enam produk unggulan. Ada keripik kulit ikan tenggiri, kerupuk kulit ikan kakap, swiss roll abon ikan, abon ikan, dan penyedap rasa dari tulang ikan hingga kepala udang. Produk-produk itu sudah dipasarkan hingga Malaysia dan Singapura.

Seno, Ketua KUB Terihindo Jaya Lestari, juga merasakan manfaat pendampingan. Menurutnya, Pertamina Patra Niaga membantu kelompok nelayan mengembangkan budidaya ikan. Inovasi yang dipakai adalah Budidaya Ikan Terintegrasi (BUDITA/Eco-Dita). Dengan cara ini, masa pemeliharaan ikan berkurang dari 240 hari menjadi sekitar 120 hari.

"Dengan adanya pembinaan, kami dapat membudidayakan ikan hingga ratusan bahkan ribuan ekor. Saat panen, pembeli datang langsung ke kampung dan ikut membeli hasil tangkapan masyarakat lainnya. Jadi, manfaatnya tidak hanya dirasakan kelompok, tetapi juga warga Kampung Teri. Kami berharap Pertamina Patra Niaga terus membimbing para nelayan agar kampung ini semakin berkembang," ujar Seno.

Program Kampung Bahari Si Pelaut juga punya dampak lingkungan. Mereka berhasil mengelola 35,24 ton sampah per tahun. Emisi berkurang sekitar 113,5 ton CO₂-ekivalen per tahun. Kawasan pesisir pun direhabilitasi dengan menanam 1.000 bibit mangrove.

Dalam kesempatan terpisah, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan Kampung Bahari Si Pelaut hanyalah satu contoh. Program pemberdayaan ini dikembangkan di sekitar wilayah operasi perusahaan dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki setiap daerah.

"Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemberdayaan yang berangkat dari potensi lokal di sekitar wilayah operasi perusahaan. Kami harap pendampingan yang dilakukan dapat menciptakan manfaat yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat," tutur Kitty.

Program ini menunjukkan bagaimana pendampingan yang konsisten bisa mengubah kehidupan masyarakat pesisir. Bukan hanya soal ikan dan produk olahan, tapi juga kepercayaan diri dan akses pasar yang lebih luas. Dari kampung kecil di Batam, produk mereka kini tembus ke negara tetangga.

Pertamina Patra Niagapemberdayaan pesisirKampung Bahari Si Pelauthasil lautbudidaya ikanproduk olahanpendapatan keluarga

Komentar

Memuat komentar...