Pertamina Racing Series Cetak 106 Pembalap Muda

Andi B. · 3 min baca · 2 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Pertamina Racing Series Cetak 106 Pembalap Muda

Gambar atau konten salah?

PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan bakat muda Indonesia. Kali ini, melalui penyelenggaraan Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Round 2. Ajang balap motor sportbike ini digelar pada 19 hingga 21 Juni 2026. Lokasinya di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ini bukan sekadar ajang adu cepat. Lebih dari itu, ini menjadi bagian dari pembinaan jangka panjang bagi generasi muda. Mereka yang bercita-cita menorehkan prestasi di dunia motorsport, hingga level internasional, mendapat wadah yang tepat.

Muhammad Baron, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), menyampaikan pandangannya. Menurutnya, olahraga otomotif bukan hanya soal kompetisi. Ini adalah sarana untuk membangun karakter, disiplin, sportivitas, dan mental juara bagi generasi muda Indonesia.

"Pertamina Mandalika Racing Series merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan motorsport Indonesia. Kami ingin menghadirkan wadah kompetisi yang profesional sehingga para pembalap muda memiliki kesempatan berkembang, mengasah kemampuan, dan membangun mental bertanding sesuai standar internasional. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak talenta Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa di ajang balap dunia," ujar Baron dalam keterangannya, Minggu (21 Juni 2026).

Ia menambahkan, dukungan Pertamina terhadap Mandalika Racing Series adalah bagian dari komitmen perusahaan. Komitmen ini untuk menggerakkan potensi generasi muda melalui ruang-ruang positif. Ruang yang mampu melahirkan prestasi sekaligus memberikan dampak bagi kemajuan olahraga nasional. Semua ini sejalan dengan semangat Energizing Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, angkat bicara. Ia mengatakan penyelenggaraan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series terus disempurnakan. Tujuannya, agar bisa menjadi jembatan bagi pembalap Indonesia menuju kejuaraan internasional.

"Kami bersama PRIDE Motorsport, ITDC, dan IMI terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan dengan mengadopsi regulasi yang mengacu pada standar FIM. Sehingga diharapkan pada saat mereka mengikuti kejuaraan level internasional sudah bisa beradaptasi. Selain pemahaman regulasi balapan, tentunya kami berharap Kejurnas ini akan terus melahirkan regenerasi pembalap yang berprestasi hingga tingkat dunia," ujar Ananda.

Sebanyak 106 pembalap dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian. Mereka bertanding dalam enam kelas yang berbeda. Kelas-kelas tersebut adalah National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Supersport 600 (SS600), Indonesia Junior Talent Cup, Underbone 150, dan Junior Sport 250 U-18.

Antusiasme peserta menunjukkan satu hal. Minat generasi muda terhadap olahraga balap semakin besar. Terutama jika dikelola secara profesional, aman, dan berjenjang.

Salah satu kelas yang menjadi perhatian adalah Indonesia Junior Talent Cup (IJTC). Ini adalah nama baru dari kelas Junior Sport 150 U-15. Kelas ini disiapkan sebagai fondasi pembinaan pembalap usia muda. Kehadirannya menjadi bukti bahwa regenerasi atlet motorsport Indonesia terus dibangun. Jalurnya melalui kompetisi yang positif dan terukur.

Untuk meningkatkan kualitas pembinaan, pada putaran kedua ini diterapkan sejumlah regulasi baru. Regulasi ini mengacu pada standar internasional Federation Internationale de Motocyclisme (FIM). Beberapa di antaranya adalah penerapan sanksi dua kali long lap penalty bagi pembalap yang melakukan Jump Start. Ada juga penambahan jumlah lap di kelas National Sport 250, dari 10 lap menjadi 12 lap. Tak ketinggalan, penyempurnaan aturan teknis kendaraan yang mengacu pada ukuran minimum regulasi serta produk teregistrasi di IMI.

Sebelum balapan dimulai, seluruh peserta mengikuti Riders Briefing. Dalam sesi ini, mereka membahas regulasi terbaru bersama MGPA dan Race Director. Setelah itu, dilanjutkan dengan track walk. Tujuannya, agar pembalap memahami karakter lintasan sekaligus aspek keselamatan di sirkuit.

Selain meningkatkan kualitas kompetisi, penyelenggara juga terus mengedepankan penerapan prinsip keselamatan. Sportivitas, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi prioritas dalam setiap penyelenggaraan balapan.

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 berlangsung dalam lima putaran. Ajang ini mendapat dukungan dari Pertamina bersama Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar) serta berbagai mitra strategis dunia motorsport.

Masyarakat dapat menyaksikan secara langsung seluruh rangkaian balapan. Caranya, dengan datang ke Grand Stand A tanpa dipungut biaya. Atau, melalui siaran langsung di kanal YouTube Mandalika Racing Series dan TheMandalikaGP.

Melalui dukungan terhadap Pertamina Mandalika Racing Series, Pertamina terus memperkuat perannya. Sebagai perusahaan energi nasional, mereka tidak hanya menjaga ketahanan energi. Mereka juga berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pembinaan generasi muda Indonesia. Tujuannya, agar mampu berprestasi dan bersaing di tingkat global.

Singkatnya, Pertamina Mandalika Racing Series 2026 bukan sekadar balapan. Ini adalah upaya sistematis untuk membangun fondasi motorsport Indonesia dari bawah. Dengan standar internasional, pembinaan berkelanjutan, dan perhatian pada keselamatan, ajang ini menjadi batu loncatan bagi pembalap muda untuk bersaing di level dunia.

Pertamina Mandalika Racing Seriespembinaan bakat mudagenerasi mudamotorsport Indonesiakejuaraan nasionalpembalap Indonesiastandar internasional

Komentar

Memuat komentar...