PET-CT di Mayapada: Kunci Terapi Kanker Askarina di Jakarta

Ika P. · 3 min baca · 4 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
PET-CT di Mayapada: Kunci Terapi Kanker Askarina di Jakarta

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta Selatan, perjalanan melawan kanker seringkali penuh liku. Begitulah yang dialami Askarina, seorang penyintas kanker payudara yang berhasil melewati rangkaian terapi komprehensif di Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS). Pada 19 Juni 2026, ia menulis keterangan tertulis tentang pengalaman PET‑CT Scan yang ia jalani di rumah sakit tersebut.

“Proses pemeriksaan tidak neko‑neko dan berlangsung cepat, karena semuanya sudah dijelaskan dengan jelas dari awal,” ujarnya. Ia menilai PET‑CT Scan di MHJS berbeda dari pengalaman sebelumnya. Pemeriksaan ini memeriksa penyebaran (metastasis) kanker ke tulang dan hati, membantu dokter menentukan jalur terapi yang tepat.

Askarina mengingat betapa pentingnya dukungan emosional selama proses ini. “Dokter Martha benar-benar selalu ada buat saya. Kalau ada berita buruk, beliau menyampaikannya dengan segenap hati supaya saya nggak kaget. Saat saya stres, beliau datang untuk menghibur, dan kalau ada berita bagus pun, beliau sama seninya dengan saya,” tutur Askarina. Ia juga merasakan ketenangan sebelum pemeriksaan berkat tim perawat di MHJS.

“Saya amazed ketika berada di ruang tunggu setelah disuntikkan FDG (zat radioaktif Fluorodeoxyglucose). Ada perawat yang membantu mematikan lampu ruangan, sehingga saya bisa benar-benar rileks, dan para dokter bisa membaca hasil pemeriksaan lebih jelas karena otak lebih rileks,” terang Askarina.

Dr. Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM, yang mendampingi Askarina selama lebih dari dua tahun, menilai perkembangan pasiennya. “Ibu Askarina adalah salah satu pasien yang awalnya datang dalam keadaan fragile (rapuh), dan sekarang sudah sangat sehat, sudah living a normal life,” ungkapnya. Ia menekankan pentingnya PET‑CT dalam penanganan kanker modern.

“Dalam penanganan kanker modern pada Ibu Askarina, evaluasi dengan PET‑CT menjadi bagian penting untuk memastikan terapi berjalan optimal, termasuk mendeteksi kemungkinan penyebaran kanker (metastasis),” terangnya.

Dr. Yustia Tuti, Sp.KN, menjelaskan cara kerja teknologi PET‑CT. “PET‑CT dalam Kedokteran Nuklir ini merupakan teknologi pencitraan berbasis nuklir yang mampu mendeteksi kelainan di tingkat molekuler, sehingga perubahan metabolisme sel kanker dalam tubuh dapat ditemukan lebih awal dibandingkan perubahan morfologi atau anatomis,” kata beliau. Teknologi ini memberi pasien ketenangan karena akurasi data yang tinggi.

Di MHJS, PET‑CT Scan dan SPECT‑CT Scan tersedia di Poli Kedokteran Nuklir. Kedua pemeriksaan ini masih sangat terbatas di Indonesia—kurang dari sepuluh rumah sakit yang memiliki fasilitas tersebut. Ketersediaan di dalam negeri menjadi alternatif penting bagi pasien yang sebelumnya harus mencari pemeriksaan serupa ke luar negeri.

Teknologi PET‑CT dan SPECT‑CT di MHJS menawarkan whole‑body imaging yang tajam, waktu pemeriksaan lebih cepat, serta paparan radiasi lebih rendah dibandingkan teknologi sejenis yang ada di Indonesia saat ini.

Oncology Center Mayapada Hospital mengadopsi pendekatan Comprehensive Cancer Care. Layanan ini menangani berbagai kasus tumor dan kanker secara berkelanjutan, didukung kolaborasi tim dokter multidisiplin. Tumor Board aktif memberikan rencana perawatan yang tepat, sedangkan Patient Navigator—yang terdiri dari dokter dan perawat—mendampingi pasien selama perawatan.

Untuk pemeriksaan dan evaluasi kanker, pasien dapat berkonsultasi melalui Call Center 150770 atau aplikasi MyCare. Jika terjadi kegawatdaruratan selama perawatan kanker, layanan emergency dapat diakses melalui Call Center 150990 atau tombol emergency di MyCare.

Informasi kesehatan dari dokter Mayapada Hospital dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, pasien dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health, menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

Pengalaman Askarina menyoroti betapa pentingnya kombinasi teknologi canggih, dukungan emosional, dan koordinasi tim medis dalam penanganan kanker. PET‑CT Scan, sebagai penunjang terapi, membantu dokter menentukan langkah yang tepat, sementara perawat dan dokter memberikan kenyamanan dan kejelasan bagi pasien. Di Indonesia, meski fasilitas PET‑CT dan SPECT‑CT masih terbatas, rumah sakit seperti Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan yang dapat diakses secara lokal, mengurangi kebutuhan pasien untuk bepergian ke luar negeri. Layanan ini, bersama dengan pendekatan komprehensif dan dukungan teknologi, menunjukkan bahwa penanganan kanker modern dapat dilakukan di dalam negeri dengan hasil yang memuaskan bagi pasien.

PET‑CT ScanOnkologi Mayapada HospitalKanker PayudaraKedokteran NuklirDukungan EmosionalComprehensive Cancer CareKetersediaan PET‑CT di Indonesia

Komentar

Memuat komentar...