Pew: Ghana 87% Percaya Mantra, Indonesia 48% Masih
Gambar atau konten salah?
06 Mei 2025 menandai rilis hasil survei yang dilakukan oleh Pew Research Center, lembaga riset asal Amerika Serikat. Survei tersebut meneliti pandangan orang dewasa di 35 negara mengenai kepercayaan terhadap mantra, kutukan, sihir, dan fenomena mistis lainnya.
Hasilnya menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap unsur supranatural masih meresap di banyak wilayah, terutama di Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara. Di Afrika, Ghana menempati posisi tertinggi dengan 87 persen responden yang yakin mantra atau kutukan dapat memengaruhi kehidupan.
Negara-negara di Amerika Latin juga menunjukkan angka tinggi. Di Kolombia, 72 persen responden percaya pada sihir atau kutukan, sementara di Meksiko angka tersebut turun menjadi 56 persen.
Di Asia Tenggara, Indonesia berada di peringkat ke-17 dari 35 negara yang disurvei. Meskipun tidak setinggi beberapa tetangga, kepercayaan ini tetap kuat. Malaysia, di sisi lain, menempati posisi ketujuh dengan 61 persen responden yang mengakui pengaruh mantra, sihir, atau kutukan dalam kehidupan sehari‑hari.
Perbandingan dengan negara maju menunjukkan perbedaan yang jelas. Di Amerika Serikat, hanya 30 persen orang dewasa yang percaya pada pengaruh mistis, angka yang jauh lebih rendah dibandingkan negara berkembang. Negara-negara seperti Kanada, Jerman, dan Korea Selatan juga mencatat persentase di bawah 30 persen.
Berikut daftar lengkap negara menurut tingkat kepercayaan mistis, diurutkan dari tertinggi ke terendah:
- Ghana – 87%
- Kenya – 76%
- Kolombia – 72%
- Nigeria – 72%
- Afrika Selatan – 71%
- Chile – 64%
- Malaysia – 61%
- Argentina – 59%
- Peru – 59%
- Brasil – 58%
- Meksiko – 56%
- Filipina – 55%
- Singapura – 52%
- Turki – 52%
- India – 49%
- Thailand – 49%
- Indonesia – 48%
- Prancis – 45%
- Sri Lanka – 45%
- Bangladesh – 43%
- Belanda – 37%
- Spanyol – 35%
- Inggris Raya – 34%
- Israel – 32%
- Amerika Serikat – 30%
- Kanada – 28%
- Jerman – 27%
- Korea Selatan – 25%
- Yunani – 24%
- Italia – 24%
- Polandia – 24%
- Australia – 23%
- Hongaria – 23%
- Jepang – 20%
- Swedia – 20%
Temuan ini menegaskan bahwa meski teknologi dan modernisasi terus berkembang, kepercayaan terhadap unsur mistis tetap menjadi bagian penting dalam cara sebagian masyarakat memahami kehidupan, keberuntungan, dan peristiwa yang sulit dijelaskan secara rasional.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa kepercayaan mistis lebih dominan di wilayah berkembang, sementara negara maju cenderung memiliki tingkat kepercayaan yang lebih rendah. Indonesia, meski berada di posisi ke-17, masih menunjukkan tingkat kepercayaan yang signifikan, menandai keberlanjutan tradisi mistis dalam budaya masyarakatnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
