Pilihan Tes Bahasa Inggris: IELTS, TOEFL, TOEIC untuk Karier
Gambar atau konten salah?
Di dunia modern, kemampuan bahasa Inggris seringkali menjadi syarat utama dalam seleksi kerja maupun pendidikan. Banyak perusahaan dan lembaga pendidikan menuntut hasil tes bahasa Inggris resmi, seperti IELTS, TOEFL, atau TOEIC. Setiap tes memiliki tujuan, format, dan nilai yang berbeda, sehingga penting untuk memahami perbedaan‑perbedaannya sebelum memutuskan mana yang akan diambil.
British Council menjelaskan bahwa ada banyak jenis tes kecakapan bahasa Inggris. Di antara yang paling dikenal adalah IELTS, TOEFL, dan TOEIC. Ketiganya menguji kemampuan bahasa Inggris, tetapi fokus dan konteksnya tidak sama. IELTS biasanya dipakai untuk masuk perguruan tinggi atau imigrasi, TOEFL lebih sering diminta oleh institusi di Amerika Serikat, sedangkan TOEIC banyak digunakan di lingkungan kerja, khususnya di Asia.
Biaya tes resmi tidak murah. Rata‑rata, peserta harus menyiapkan dana antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Selain itu, hasil tes memiliki masa berlaku, biasanya dua tahun. Karena itu, pemahaman detail tentang tiap tes sangat penting agar tidak membuang waktu dan uang.
Berikut ini rangkuman perbedaan IELTS, TOEFL, dan TOEIC berdasarkan informasi dari OXM College dan British Council.
IELTS (International English Language Testing System) dikelola oleh British Council, IDP Education, dan Cambridge Assessment English. Ada dua versi: IELTS Academic dan IELTS General Training. Versi Academic menilai kemampuan bahasa Inggris di lingkungan akademik, sedangkan General Training lebih menitikberatkan pada situasi sehari‑hari dan biasanya dipakai untuk imigrasi atau pekerjaan.
Empat bagian tes IELTS meliputi listening (40 menit), reading (60 menit), writing (60 menit), dan speaking (11–14 menit). Bagian speaking dilakukan secara tatap muka dengan penguji. Setiap bagian memiliki skor sendiri, kemudian dijumlahkan dan diambil rata‑rata untuk menghasilkan nilai akhir. Skor akhir berada dalam rentang 1–9. Setelah selesai, peserta biasanya menerima hasil dalam 13 hari, dan nilai tersebut berlaku selama dua tahun.
Soal IELTS mencakup bahasa Inggris versi British dan American. Perbedaan utama antara Academic dan General Training terletak pada bagian reading dan writing. Untuk mempersiapkan IELTS, peserta harus mengatur manajemen waktu dan menguasai variasi bahasa Inggris, mulai dari situasi sosial, umum, hingga akademik.
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes bahasa Inggris Amerika yang paling populer. Awalnya dikembangkan oleh Center for Applied Linguistics di Washington, DC. Soal TOEFL mencerminkan penggunaan bahasa Inggris dalam lingkungan akademik sehari‑hari, dengan tugas terintegrasi.
Bagian tes TOEFL meliputi reading (54–72 menit), listening (41–57 menit), speaking (17 menit), dan writing (50 menit). Ada beberapa format TOEFL, seperti TOEFL CBT (Computer-Based Test) dan TOEFL iBT (Internet-Based Test). TOEFL iBT dapat dikerjakan di pusat tes, di rumah, atau dalam versi Paper. Semua format memiliki tes yang sama, kecuali TOEFL Paper yang dibagi menjadi dua sesi.
Setelah menyelesaikan tes, peserta biasanya menerima hasil dalam 6–10 hari. Nilai TOEFL berlaku selama dua tahun. Untuk persiapan, peserta harus fokus pada bentuk tes terintegrasi dan kosakata akademik.
TOEIC (Test of English for International Communication) menguji kecakapan komunikasi bahasa Inggris di lingkungan kerja. Tes ini populer di Asia, terutama dalam profesional dan bisnis. Banyak perusahaan di sektor aviasi, misalnya, menggunakan TOEIC untuk menilai kemampuan bahasa Inggris karyawan.
TOEIC terdiri dari empat bagian: listening (45 menit), reading (75 menit), speaking (20 menit), dan writing (60 menit). Hasil listening dan reading berada dalam rentang 10–990, speaking dan writing masing-masing 0–200. Setelah tes, peserta menerima sertifikat untuk tiap komponen dalam 5–7 hari. Nilai TOEIC berlaku selama dua tahun. Persiapan TOEIC memerlukan pemahaman terminologi bisnis dan praktik komunikasi profesional.
Ketiga tes ini memiliki kegunaan yang berbeda. IELTS biasanya dipakai untuk tujuan akademik, profesional, dan imigrasi. TOEFL lebih sering diminta dalam seleksi akademik, khususnya di Amerika Serikat. TOEIC biasanya digunakan dalam lingkup bisnis dan profesional, terutama di Asia.
Berikut beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan saat memilih tes:
1. Tujuan – Jika ingin menempuh pendidikan tinggi, pilih IELTS Academic atau TOEFL. Jika ingin pindah ke luar negeri, pilih IELTS General Training. Jika ingin melamar pekerjaan atau mengembangkan karier profesional, pilih TOEIC. Namun, banyak perusahaan dalam negeri yang lebih memilih TOEFL atau IELTS, jadi periksa syarat perusahaan terlebih dahulu.
2. Destinasi (Negara Tujuan) – Negara Inggris, Australia, dan Kanada biasanya lebih menerima IELTS. TOEFL biasanya diterima di Amerika Serikat. TOEIC biasa digunakan di negara‑negara Asia.
3. Preferensi Pribadi – Beberapa tes tersedia dalam format daring maupun luring. Pilih format yang paling nyaman, termasuk metode speaking dan durasi pengerjaan. Pertimbangkan juga dana yang tersedia.
Dengan memahami perbedaan dan tujuan masing‑masing tes, Anda dapat membuat keputusan yang lebih tepat. Pilihlah tes yang paling sesuai dengan rencana akademik, migrasi, atau karier profesional Anda. Selamat mempersiapkan dan semoga sukses!
Artikel ini ditulis oleh Arum Sekar Pertiwi, peserta Program Magang Hub Bersertifikat dari Kemnaker.
Kesimpulannya, IELTS, TOEFL, dan TOEIC memiliki tujuan, format, dan nilai yang berbeda. Memilih tes yang tepat memerlukan pertimbangan tujuan, destinasi, dan preferensi pribadi. Dengan persiapan yang tepat, hasil tes dapat mendukung langkah Anda menuju pendidikan, migrasi, atau karier profesional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Sumur Puter Sunan Kudus: Cerita Tersesat di Gang Sempit
Sumur Puter di Kudus, Mitra Barang Hilang? Belum Ada Bukti
Sumur Puter di Kudus: Warisan Air Sunan yang Terlupakan
BEM Solo Raya Demonstrasi di DPRD Solo, Aksi Berakhir Damai
Solo Tunggu Koordinasi Keraton, Belum Ada Rapat Kirab 1 Suro
Harga Obat Semarang Naik, BPJS Terancam Keterjangkauan
Berita Terbaru
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia Setelah IPO SpaceX
Doa 1 Suro: Perlindungan dan Kekuatan Ujian Penting Bagi Umat
Meksiko Unggul Pariwisata 2025, Piala Dunia 2026 Dukung
Diskon 20% via Allo Paylater, 5% via Allo Prime – Antavaya
Indonesia vs Kamboja, Posisi Ketiga AFF U-19 2026
Brasil Ungkap Pengalaman Ancelotti, Siap Piala Dunia 2026
Geek Fam vs Bigetron: Final Lower Bracket MPL ID 2026
Chicken Katsu: Rasa Renyah di Rumah Bersama Saus Mentai
Presiden Prabowo Mobil Bocor Saat Hujan, Pindad Perbaiki
