Pohon Pisang di Jalan Rusak: Gubernur Sulsel Buka Suara
Gambar atau konten salah?
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, akhirnya buka suara soal pernyataannya yang sempat ramai. Ia pernah bilang, jalan provinsi yang rusak kalau ditanami pohon pisang, makin nggak bakal diperbaiki. Banyak yang salah paham. Andi Sudirman menegaskan, maksudnya bukan Pemprov Sulsel ogah memperbaiki jalan.
Pernyataan itu disampaikan saat ia memberi sambutan di acara Hari Jadi ke-67 Kabupaten Maros, Selasa 07 Juli 2026. Menurutnya, kalimat itu sebenarnya ajakan. Ajakan agar masyarakat tidak melakukan hal-hal yang justru bisa menghambat pekerjaan di lapangan. Pemerintah, kata dia, bekerja berdasarkan perencanaan yang sudah matang.
"Kita pahami penanaman pisang itu bentuk protes masyarakat. Tapi kita sudah memiliki kontrak pekerjaan jalan 1.000 kilometer. Jadi pemerintah bekerja berdasarkan perencanaan, bukan karena ada pohon pisang yang ditanam di jalan," ujar Andi Sudirman dalam keterangannya, Rabu 08 Juli 2026.
Ia menekankan, Pemprov Sulsel tetap pada komitmennya. Program Pembangunan Jalan Provinsi sepanjang 1.000 kilometer tetap jalan. Skemanya pakai Multi Years Project (MYP). Artinya, pengerjaan dilakukan bertahap. Prioritasnya berdasarkan kesiapan teknis, kontrak kerja, dan kemampuan anggaran daerah.
"Insyaallah semuanya akan ditangani secara bertahap sesuai perencanaan dan kontrak kerja. Yang kita harapkan adalah dukungan masyarakat agar pekerjaan bisa berjalan lancar," katanya.
Bukti komitmen itu sudah mulai terlihat. Pada 05 Juli 2026, Pemprov Sulsel menggelar groundbreaking untuk Paket 6 MYP. Titik pusatnya di ruas Bua-Rantepao, Kabupaten Luwu. Paket ini mencakup sekitar 20 ruas jalan yang tersebar di sembilan kabupaten dan kota. Semua ini bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah.
Progres untuk Paket 1 hingga Paket 5 juga berjalan. Beberapa ruas jalan sudah masuk tahap pengaspalan. Ada juga pembangunan drainase, bahu jalan, dinding penahan tanah, hingga preservasi jalan. Wilayah yang terdampak antara lain Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Sidrap, Wajo, Soppeng, Bone, Barru, Pinrang, Enrekang, dan Pangkep.
Sebelum menghadiri acara di Maros, pagi harinya Andi Sudirman juga melakukan groundbreaking proyek duplikasi Jembatan Sungai Maros A. Jembatan ini ada di ruas jalan poros Makassar-Maros. Tujuannya jelas: mengurangi kemacetan di titik yang selama ini jadi simpul kepadatan kendaraan.
Jadi, intinya begini. Pemerintah provinsi mengakui bahwa menanam pohon pisang di jalan rusak adalah bentuk protes. Tapi mereka juga punya rencana dan kontrak yang sudah diteken. Protes tidak akan mengubah jadwal kerja. Yang bisa mengubah hanyalah jika ada hambatan fisik di lapangan. Itulah kenapa gubernur meminta masyarakat untuk tidak menanam pohon pisang di jalan. Bukan karena tidak peduli, tapi karena ingin pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Polisi Temukan Istri Pelaku Curanmor Dua Hari Tak Makan
Gempa Buol 5,4 SR Tewaskan Pasien, Warga Mengungsi
Susunan Doa Rosario Selasa 14 Juli 2026 Lengkap
Appi Ambil Formulir Golkar, Ancang-Ancang Bawa 20 Surat Dukungan
Renungan Harian: Kehendak Yesus dan Pertobatan
14 Juli 2026 Bertepatan dengan 29 Muharram 1448 H
Berita Terbaru
Tempat Pembuangan Sampah Ilegal di Ciganitri Ditutup Permanen
Banjir Rob Kembali Rendam 36 Rumah di Pati
Kominfo dan DPRD Jatim Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026
Spanyol Vs Prancis: De la Fuente Akui Les Bleus Semakin Kuat
163 Siswa Baru Sekolah Rakyat Bali Mulai MPLS
Ana/Trias Lolos ke Babak Kedua Japan Open 2026
Dua Siswa Indonesia Siap Bertarung di Olimpiade Internasional
