Polri Diundang Bappenas Terapkan AI & Data Keamanan Digital

Sinta R. · 2 min baca · 5 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Polri Diundang Bappenas Terapkan AI & Data Keamanan Digital

Gambar atau konten salah?

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy mengajak Polri untuk memulai kepemimpinan digital berbasis data. Ia menegaskan bahwa polisi harus mengerti teknologi digital sekaligus kondisi masyarakat secara mendalam.

Di Sespim Lemdiklat Polri Lembang, pada 19 Juni 2026, Rachmat menyatakan, “Polisi dengan dunia digital itu bersinggungan, dan bisa memahami kondisi masyarakat dari dunia digital itu karena yang paling dekat dengan masyarakat itu kan Polri.”

Ia menyoroti pertumbuhan internet di Indonesia: 230 juta orang sudah terhubung. Dengan jumlah itu, tantangan tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di ruang virtual, termasuk media sosial dan platform digital lainnya.

“Polisi harus memahami kedua hal itu, antara realitas dan yang dirasakan oleh masyarakat karena kondisi sekarang tidak hanya masalah kasat mata, tetapi juga yang virtual, digital, media sosial,” ucapnya.

Rachmat menambahkan bahwa kecerdasan buatan atau AI kini sangat berkembang. Ia menilai pemahaman AI harus dimulai dari proses, latar belakang, dan implikasi teknologi tersebut. “Yang pertama bukan AI-nya yang diketahui, tetapi apa yang ada di balik AI itu. Polisi harus memahami prosesnya, latar belakangnya, implikasinya, serta untuk apa AI itu dikembangkan,” ujarnya.

Ia mencontoh kasus kejahatan lama yang berhasil diungkap kembali berkat dukungan pengumpulan data yang kuat dan teknologi AI. “Dengan bantuan data, penguatan data, pengumpulan data, dan kecerdasan buatan, kejahatan yang sudah terjadi puluhan tahun lalu pun dapat terungkap dengan baik dan presisi,” katanya.

Menurut Rachmat, AI memiliki manfaat besar dalam pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi. Namun, ia memperingatkan bahwa teknologi tersebut juga berpotensi disalahgunakan jika tidak diawasi. “Polisi harus tahu kapan AI digunakan dengan baik dan kapan digunakan untuk kegiatan yang tidak baik. Karena itu polisi harus menjadi pelopor dan ujung tombak perkembangan AI di Indonesia,” tegasnya.

Dengan menekankan pentingnya data dan AI, Rachmat mengajak Polri untuk menjadi pelopor dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam tugasnya, sehingga polisi dapat lebih responsif terhadap dinamika global dan kebutuhan masyarakat.

PolriAIdatadigitalkecerdasan buataninternetmedia sosial

Komentar

Memuat komentar...