Polri Terapkan One Way Tol Jakarta 23 Mar 2026, 101% Arus

Fandi R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Polri Terapkan One Way Tol Jakarta 23 Mar 2026, 101% Arus

Gambar atau konten salah?

Korps Lalu Lintas Polri memutuskan menerapkan sistem satu arah atau one way di jalur tol menuju Jakarta pada Senin, 23 Maret 2026, sore. Langkah ini bertujuan mengurai kepadatan kendaraan yang mulai menumpuk di jalur utama ketika Lebaran H+2 tiba. Pada pukul 17.08 WIB, arus kendaraan dari arah Jawa Tengah sepenuhnya dialirkan menuju Jakarta. Penerapan one way ini meliputi jarak cukup panjang, mulai dari KM 263 di Tol Pejagan‑Pemalang hingga KM 70 di Tol Jakarta‑Cikampek.

Sehari sebelum gerbang satu arah dibuka, petugas melakukan sterilisasi jalur dan area peristirahatan (rest area) sejak pukul 14.00 WIB. Tindakan ini memastikan tidak ada kendaraan yang terjebak dari arah berlawanan. Di KM 229 B tol Kanci‑Pejagan, Kabupaten Cirebon, petugas memantau gelombang kendaraan arus balik yang meningkat drastis. Fenomena ini terlihat jelas di Rest Area 229 B, di mana volume kendaraan yang singgah melonjak tajam sore ini.

Untuk mencegah hambatan di bahu jalan, personel kepolisian disiagakan secara penuh guna mengatur keluar‑masuk kendaraan agar tidak mengganggu kelancaran di jalur utama tol. Dari data yang diperoleh, lonjakan arus kendaraan meningkat 101% dari kemarin. Statistik volume kendaraan yang mengarah menuju Jakarta mencapai 38.000 kendaraan pada pukul 17.00 WIB, meningkat 101% dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi lalu lintas saat ini dinyatakan “raman lancar” dengan total akumulasi (2 arah) turun 2% dibanding periode yang sama dengan kemarin, meskipun volume menuju Jakarta melonjak dua kali lipat. Arus secara keseluruhan masih terkendali berkat kesigapan petugas dalam memulai rekayasa one way.

Rudi, salah satu pemudik dari Pemalang menuju Jakarta, memilih hari ini untuk melakukan perjalanan arus balik guna menghindari kepadatan. “Pilih hari ini soalnya ngehindarin padetnya arus lalu lintas, takutnya malah macet kalo pulang besok,” ungkapnya kepada petugas saat ditemui di rest area 229 B Kabupaten Cirebon. Ia bersama keluarga kecilnya mengaku selama perjalanan kondisi arus lalu lintas sudah lumayan ramai lancar sehingga tidak dapat memacu kendaraan lebih dari 80 km/jam. “Iya tadi enggak bisa ngegas gara‑gara udah lumayan padat, jadi tadi cuma bisa 50 km/jam,” paparnya.

Keputusan satu arah ini menandai upaya berkelanjutan untuk mengatur arus kendaraan di wilayah tol Jakarta‑Cikampek, terutama pada masa-masa kepadatan tinggi. Dengan sterilisasi jalur dan pengawasan ketat, petugas berharap arus tetap lancar meski volume kendaraan meningkat drastis. Sementara para pengendara, seperti Rudi, mencoba menyesuaikan rute dan kecepatan untuk menghindari kemacetan. Kinerja petugas dan kepatuhan pengendara menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran lalu lintas di jalan tol utama menuju ibu kota.

Satu ArahTol Jakarta‑CikampekKepadatan kendaraanSterilisasi jalurArus balikRest Area 229 BKepatuhan pengendara

Komentar

Memuat komentar...