Prancis Buka Makan Kampus 1 Euro Untuk Semua Mahasiswa
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Prancis mengumumkan kebijakan baru pada 04 Mei 2026 yang memungkinkan semua mahasiswa membeli makan siang di kantin kampus dengan harga hanya 1 euro (sekitar Rp 20 ribu). Sebelumnya harga ini hanya tersedia bagi mahasiswa penerima beasiswa atau yang berada dalam kondisi ekonomi rentan.
Di bawah skema lama, mahasiswa umum harus membayar 3,30 euro (sekitar Rp 67 ribu) untuk menu hemat, sementara menu premium bernilai 2,80 euro (sekitar Rp 57 ribu) bagi penerima beasiswa dan 5,10 euro (sekitar Rp 104 ribu) bagi mahasiswa biasa. Kebijakan ini kini menghapus batasan tersebut, sehingga setiap mahasiswa dapat mengakses menu satu euro.
Survei yang dilakukan oleh organisasi serikat mahasiswa pada 01 Januari 2026 menunjukkan bahwa 48 % mahasiswa pernah tidak makan karena alasan ekonomi, dan 23 % di antaranya tidak makan beberapa kali dalam sebulan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan finansial yang terus meningkat.
Alexandre Ioannides, 18 tahun, mengungkapkan dampak langsungnya: "Saya makan di sini 20 kali dalam sebulan. Itu sekitar 60 euro. Sekarang saya hanya akan membayar 20 euro," ujarnya. Ia menambahkan, "penghematan tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan lain, seperti 'pergi keluar atau makan di restoran.'
Pemerintah menyiapkan anggaran besar untuk mendukung program ini, termasuk dana sekitar 120 juta euro yang direncanakan pada 01 Januari 2027 guna mengantisipasi lonjakan permintaan. Skema administratif sebelumnya mengharuskan mahasiswa mengajukan bantuan ke operator kantin kampus, Crous, dan melaporkan kondisi keuangan. Kini, proses tersebut dihilangkan, sehingga tidak lagi menjadi penghalang bagi mahasiswa.
Kantin kampus yang dikelola Crous menyediakan menu seimbang, termasuk opsi vegetarian. Dengan total 46,7 juta porsi makanan yang disajikan pada 01 Januari 2024, kebijakan ini berpotensi meningkatkan angka tersebut secara signifikan. Pemerintah menyebutnya sebagai "revolusi kecil" dalam sistem kesejahteraan mahasiswa.
Walaupun harga makanan di kantin dipangkas lebih dari setengahnya, tantangan tetap ada. Menjaga kualitas makanan dan memastikan beban kerja staf kantin tetap terkendali menjadi fokus utama, seiring meningkatnya jumlah mahasiswa yang memanfaatkan program ini.
Dengan kebijakan ini, mahasiswa di seluruh Prancis kini dapat menikmati makanan bergizi di kantin kampus dengan biaya yang lebih terjangkau, mengurangi beban ekonomi, dan membuka peluang bagi mereka untuk mengalokasikan dana ke kebutuhan lain di luar kampus.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
CapCut Mastery Class: Pelatihan Edit Video & Cari Niche 2026
Bootcamp 35 Hari: Sertifikat 200 JP, 6 Live – Pendaftaran
Kelas CV Praktis 17 Juni: Bikin CV Mampu Panggil Interview
Trisa Triandesa: Indonesia Butuh Jurusan Neuroscience
UTM Dapat Izin Buka Dua Program Kedokteran, Mulai 2026/2027
Debat Tutup Program Studi: Wisnu vs Menteri Yuliarto
Berita Terbaru
Ramalan Zodiak Jumat 5 Juni 2026: Peruntungan Setiap Tanda
Persebaya Terserah Kapten Bruno, Pindah Klub Luar Negeri
Anak 7 Tahun di India Kembali Sehat Tanpa Dialisis Sudah
5 Sayuran Ringan Bantu Turunkan Lemak Viseral Hanya 30 Hari
Trans Hotel Surabaya Buka 28th Sky Beach Club Tertinggi
CapCut Mastery Class: Pelatihan Edit Video & Cari Niche 2026
