Pria 43 Tahun Meninggal di Kamar Kos Pekunden, Semarang

Andi B. · 2 min baca · 14 hari lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Pria 43 Tahun Meninggal di Kamar Kos Pekunden, Semarang

Gambar atau konten salah?

Seorang pria berusia 43 tahun ditemukan tewas di kamar kos di Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah. Jenazahnya sudah mulai membusuk ketika ditemukan pada pukul 16.00 WIB.

Informasi tentang kematian ini pertama kali muncul di grup WhatsApp setelah seseorang membagikan tangkapan layar unggahan di Facebook. Unggahan tersebut berisi kalimat: "Jumat malam ini ditemukan orang mengakhiri dirinya sendiri di dalam kamar kos di Pekunden Semarang Tengah, Semarang. Belakang KFC Pandanaran," dilihat detikJateng, Jumat (29/5/2026).

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito, mengonfirmasi temuan mayat tersebut. Ia menulis melalui pesan singkat kepada detikJateng, Jumat (29/5/2026): "Korban inisial IP (43), laki-laki asal Kabupaten Semarang, pekerjaan guru, ditemukan di kamar kosnya sekitar pukul 16.00 WIB oleh sesama penghuni kos."

IP, yang dikenal sebagai guru, tidak pernah keluar kamar sejak pagi. Ketika penghuni kos lain pulang kerja, ia menanyakan keberadaan IP kepada pemilik kos. Saksi kemudian menggunakan senter untuk memeriksa kamar. Saat dicek, IP ditemukan dalam posisi terbaring di atas kasur, wajahnya berwarna gelap. "Saksi kemudian mengecek kamar korban menggunakan senter. Saat dicek, korban ditemukan dalam kondisi terbujur di atas kasur, bagian muka berwarna gelap," ujar Sugito.

Petugas kepolisian bersama tim Inafis Polrestabes Semarang segera menindaklanjuti. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, korban sudah mulai membusuk," jelasnya. Dokter forensik memperkirakan korban sudah meninggal satu hingga dua hari sebelum ditemukan, namun penyebab pasti belum dapat dipastikan.

Korban akan dimakamkan oleh keluarga. "Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan jenazah akan dimakamkan oleh keluarga," ucap Sugito. Menurut keluarga, IP memiliki riwayat masalah kesehatan mental.

Jenazah kemudian dibawa ke RS Kariadi Semarang untuk pemeriksaan luar. Tim medis belum dapat menentukan penyebab kematian. Investigasi masih berlangsung, dan petugas kepolisian menekankan pentingnya bukti lebih lanjut untuk mengungkap latar belakang kejadian.

Peristiwa ini menambah daftar kasus tewas di kamar kos yang masih menimbulkan pertanyaan tentang faktor-faktor psikologis dan keamanan di lingkungan hunian bersama.

Tewas di kamar kosPekundenSemarang TengahGuruKesehatan mentalInvestigasiKFC Pandanaran

Komentar

Memuat komentar...