Pria Nagoya Ditangkap, 53kg Kotak Sampah Dibuang Taman

Dwi H. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Pria Nagoya Ditangkap, 53kg Kotak Sampah Dibuang Taman

Gambar atau konten salah?

Jepang sudah lama dikenal sebagai negara yang sangat peduli dengan sampah. Pemerintah sering mengingatkan wisatawan dan warga untuk bertanggung jawab, sementara warga sendiri diharuskan menjaga kebersihan secara ketat.

Di Nagoya, polisi menangkap seorang pria berusia 45 tahun pada 22 April 2026 karena melanggar Undang‑Undang Pengelolaan Sampah. Tindakannya adalah membuang sampah di taman dan trotoar.

Pria tersebut, Daisuke Nakajima, karyawan swasta, dituduh menumpahkan delapan kotak kardus seberat sekitar 53 kilogram yang berisi pakaian dan dokumen di sebuah taman di Distrik Nishi pada bulan November. Ia juga dicurigai menumpahkan delapan kotak kardus lagi seberat 65 kilogram secara ilegal di taman lain serta tujuh kotak kardus lagi seberat 53 kilogram di trotoar.

Perangkat teknik sipil yang mengelola taman tersebut melaporkan kejadian pembuangan sampah kepada polisi. Saat penyelidikan, petugas menemukan faktur dan dokumen lain yang menuliskan nama Nakajima di dalam kotak‑kotak tersebut.

Dalam pengakuannya, Nakajima mengatakan ia bingung cara membuang sampah sebanyak itu. Ia belum pernah menghadapi situasi serupa sebelumnya.

Di mata banyak wisatawan, Jepang tetap menjadi contoh disiplin dalam pengelolaan sampah. Namun, banyak pengunjung melaporkan kesulitan menemukan tong sampah di kota-kota besar. Hal ini berbeda dengan negara lain, termasuk Indonesia, di mana tong sampah tersebar di berbagai titik, mulai dari area publik hingga transportasi umum.

Untuk wisatawan yang datang ke Jepang, kebiasaan membawa sampah di dalam tas menjadi hal yang tak terelakkan. Sampah dapat dibuang di tempat penginapan, stasiun kereta, maupun minimarket seperti Lawson, Family Mart, dan 7‑Eleven.

Kasus ini menyoroti betapa ketatnya penegakan hukum sampah di Jepang dan tantangan yang dihadapi para wisatawan dalam menyesuaikan diri dengan sistem kebersihan yang berbeda.

JepangsampahNagoyaDaisuke Nakajimatamantrotoarkarduspenegakan hukum

Komentar

Memuat komentar...