PT MPMX Laporkan Pendapatan Rp16,2 Triliun, Laba Turun 19%

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
PT MPMX Laporkan Pendapatan Rp16,2 Triliun, Laba Turun 19%

Gambar atau konten salah?

PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) melaporkan pendapatan konsolidasi tahun 2025 sebesar Rp 16,2 triliun. Laba bersih perusahaan turun 19 % menjadi Rp 462 miliar, sementara pendapatan menurun 1 %. Penurunan ini mencerminkan dinamika industri dan normalisasi beberapa segmen setelah periode pertumbuhan kuat.

Meski demikian, MPMX tetap menegaskan fokus pada disiplin operasional, efisiensi biaya, dan optimalisasi portofolio bisnis. Tujuannya menjaga kinerja sehat dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

“Sepanjang tahun 2025, MPMX berhasil mendorong berbagai inisiatif strategis untuk meningkatkan kualitas operasional, memperkuat kolaborasi antar unit bisnis, serta meningkatkan disiplin dalam pengelolaan biaya dan proses kerja,” kata Group Chief Executive Officer MPMX, Suwito Mawarwati, dalam siaran pers tertanggal 02 April 2026.

Di segmen distribusi dan ritel kendaraan roda dua, MPMX melalui MPMulia mencatat pendapatan Rp 15,2 triliun, melemah 2 % YoY. Penjualan distribusi mencapai 699 ribu unit. Pendapatan aftermarket suku cadang naik 3,5 % YoY, menyesuaikan dengan moderasi permintaan kendaraan roda dua di pasar domestik.

Bisnis ritel lewat MPMotor menjual 187 ribu unit. Pendapatan ritel dari suku cadang dan layanan perbaikan meningkat 24 % YoY. Perusahaan menegaskan upaya penguatan jaringan distribusi, peningkatan kualitas layanan pelanggan, dan optimalisasi aktivitas penjualan untuk tetap kompetitif.

Segmen asuransi MPMInsurance menunjukkan momentum pemulihan. Pendapatan naik 1,6 % YoY menjadi Rp 927,8 miliar, didorong oleh produk rekayasa dan properti. Meski kendaraan bermotor melemah, beban klaim naik 1 % YoY. Selain jasa asuransi, perusahaan memperoleh pertumbuhan hasil investasi pada ekuitas, obligasi, dan reksa dana. Pengembalian investasi meningkat 45 % YoY, menghasilkan laba bersih tumbuh 69,7 % YoY.

Penjualan mobil bekas melalui AUKSI meningkat 6 % YoY menjadi 4.000 unit, sebagian besar berasal dari kendaraan niaga. Rencana pengembangan bisnis mencakup integrasi hingga 10 kantor cabang MPMRent sebagai cabang AUKSI. Inisiatif ini diharapkan memperluas cakupan operasional, meningkatkan volume unit dilelang, memperluas partisipasi peserta lelang, dan memberikan layanan optimal bagi klien.

Segmen jasa keuangan, Jaccs MPM Finance Indonesia, masih fokus pada pengendalian risiko, pemulihan, dan efisiensi operasional. Kerugian bersih dari kegiatan operasional turun 53 % menjadi Rp 437 miliar. Perusahaan berupaya meningkatkan kualitas aset melalui pembaruan model penilaian risiko dan penguatan proses penagihan internal, memastikan pengelolaan portofolio pembiayaan yang lebih prudent.

Dividen menjadi komitmen berkelanjutan. Pada tahun 2025, MPMX membagikan dividen Rp 120 per saham untuk tahun buku 2024. Perusahaan bertekad memberikan pengembalian maksimal kepada pemegang saham melalui pembagian dividen konsisten dalam jangka panjang.

Dalam rangka keberlanjutan, MPMX mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan menyesuaikan strategi dan operasi bisnis dengan prinsip utama lingkungan, sosial, dan tata kelola, menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan.

Secara keseluruhan, MPMX menghadapi penurunan pendapatan dan laba bersih, namun tetap berupaya memperkuat operasional, diversifikasi portofolio, dan menjaga kualitas aset. Inisiatif strategis di distribusi, ritel, asuransi, investasi, dan jasa keuangan menunjukkan upaya adaptasi terhadap dinamika pasar. Dividen konsisten dan komitmen ESG menambah nilai bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Pendapatan konsolidasiLaba bersihDistribusi kendaraan roda duaAsuransiInvestasi ekuitasDividen konsistenESG

Komentar

Memuat komentar...