Puasa Asyura: Tradisi Menyembuhkan Dosa Setahun Di Bumi Islam

Dani L. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Puasa Asyura: Tradisi Menyembuhkan Dosa Setahun Di Bumi Islam

Gambar atau konten salah?

Hari Asyura adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab asyarah yang berarti sepuluh. Hari ini jatuh pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Islam. Banyak umat Muslim yang mengenal puasa Asyura, namun masih banyak yang bertanya-tanya mengapa Nabi Muhammad SAW menganjurkan puasa pada hari tersebut.

Alasan utama berhubungan dengan kisah Nabi Musa AS dan keselamatan Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Pada saat Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, ia menemukan kaum Yahudi sedang berpuasa pada hari 10 Muharram. Mereka menjelaskan bahwa hari itu adalah hari yang agung karena Allah menyelamatkan Nabi Musa dan menenggelamkan Fir'aun.

Berikut kutipan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا قَدِمَ الْمَدِينَةَ وَجَدَهُمْ يَصُومُونَ يَوْمًا يَعْنِي عَاشُورَاءَ فَقَالُوا هَذَا يَوْمٌ عَظِيمٌ وَهُوَ يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ فِيهِ مُوسَى وَأَغْرَقَ آلَ فِرْعَوْنَ فَصَامَ مُوسَى شُكْرًا لِلَّهِ فَقَالَ أَنَا أَوْلَى بِمُوسَى مِنْهُمْ فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ

Artinya: Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW datang ke Madinah dan mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka berkata, 'Ini adalah hari yang agung. Pada hari ini Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan Fir'aun.' Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.' Lalu beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.

Hadis tersebut menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW memandang dirinya lebih dekat dengan Nabi Musa daripada kaum Yahudi. Karena itu, ia memutuskan untuk berpuasa pada hari itu dan mengajak umatnya mengikuti.

Puasa Asyura ternyata sudah dikenal sebelum Islam. Nabi Aisyah RA menceritakan bahwa masyarakat Quraisy pada masa Jahiliah juga menjalankan puasa Asyura. Berikut kutipan hadisnya:

عَائِشَةَ رَضِي اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ قُرَيْشًا كَانَتْ تُصُومُ يَوْ عَاشُورَاءَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ ثُمَّ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِصِيَامِهِ حَتَّى فُرِضَ رَمَضَانُ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ شَاءَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ شَاءَ أَفْطَرَ

Artinya: Dari Aisyah RA diriwayatkan bahwa orang-orang Quraisy pada masa Jahiliah biasa berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari tersebut dan memerintahkan kaum muslimin untuk melaksanakannya. Ketika puasa Ramadan diwajibkan, puasa Asyura tidak lagi menjadi kewajiban. Barang siapa ingin berpuasa maka dipersilakan, dan barang siapa tidak ingin maka dipersilakan meninggalkannya.

Dengan demikian, puasa Asyura memiliki sejarah panjang. Setelah diwajibkannya puasa Ramadan, status puasa Asyura berubah menjadi sunah, tetapi tetap dianjurkan karena keutamaannya.

Keutamaan puasa Asyura tidak hanya terletak pada sejarahnya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa puasa ini dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu. Hadis riwayat Imam Muslim menyatakan:

وَصِيَامُ يَوْمٍ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

Artinya: Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.

Hadis ini menjadikan puasa Asyura sebagai salah satu puasa sunah yang paling dianjurkan setelah puasa Ramadan. Ia bukan sekadar mengikuti tradisi, melainkan bentuk syukur atas pertolongan Allah kepada Nabi Musa AS dan kemenangan kebenaran atas kezaliman.

Puasa Asyura juga menjadi simbol kemenangan iman atas kezaliman. Kisah tenggelamnya Fir'aun mengajarkan bahwa kekuasaan manusia tak dapat mengalahkan kehendak Allah. Selain itu, puasa Asyura dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan amalan di bulan Muharram dengan menjalankan puasa Tasu'a dan Asyura. Dengan begitu, mereka dapat merasakan keutamaan dan hikmah puasa ini.

Secara keseluruhan, puasa Asyura tetap menjadi amalan yang dianjurkan, walaupun bersifat sunah. Ia membawa manfaat spiritual, meningkatkan rasa syukur, dan mengingatkan umat tentang kemenangan kebenaran atas kezaliman. Puasa ini juga memberi kesempatan bagi siapa saja untuk menghapus dosa-dosa kecil yang telah terjadi selama setahun. Dengan melaksanakan puasa Asyura, umat dapat memperkuat hubungan mereka dengan Allah dan mengingat kisah Nabi Musa AS sebagai contoh kemenangan iman.

Puasa AsyuraNabi MusaFir'aunMuharramHadisRamadanKemenanganKeadilan

Komentar

Memuat komentar...