Purbaya Bantah Bohong Soal Rating Panda Bond

Hendra M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Purbaya Bantah Bohong Soal Rating Panda Bond

Gambar atau konten salah?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara soal penerbitan Panda Bond yang mulai ditawarkan hari ini. Obligasi ini unik—meski diterbitkan di China, mata uangnya adalah Rupiah.

Purbaya mengaku respons investor di China sejauh ini cukup positif. Tapi ia belum punya angka pasti berapa banyak yang sudah membeli. Soalnya, proses penawaran masih berlangsung. Penutupan baru akan dilakukan besok, Jumat.

"Bagus nilainya, cuma saya belum tahu hasil akhir seperti apa, karena besok ya, Jumat kalau nggak salah ininya (closing book). Tapi ini bagus closing book-nya. Nanti saya cek lagi," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 23 Juli 2026.

Keyakinan Purbaya bahwa Panda Bond akan laris manis didasari satu hal: peringkatnya. Obligasi ini mendapat rating AAA. Sayangnya, klaim itu justru memicu tuduhan. Banyak pihak menuduhnya berbohong soal peringkat tersebut. Padahal, menurut Purbaya, buktinya sudah ada dan jelas.

"Yang jelas kita AAA (rating), jadi nggak bohong itu ada suratnya dari sana. Ada yang bilang saya bohong katanya, bohong gimana di sana ada suratnya kan," ujarnya.

Nilai penerbitan Panda Bond ini sebesar US$ 1 miliar. Menurut Purbaya, jumlah itu tidak terlalu besar, tapi juga tidak kecil. Angka ini sengaja dipilih untuk pengenalan pasar. "Berikutnya kalau dibutuhkan nanti di-issue lagi atau lebih besar," katanya.

Mantan Kepala Lembaga Penjamin Simpanan itu menjelaskan, batasan US$ 1 miliar juga punya tujuan lain. Yakni menjaga imbal hasil tetap menarik bagi investor di China. "Makanya dibatasi US$ 1 miliar supaya imbal hasilnya bagus, masih kita lihat, masih book building kita lihat hari ini penutupannya seperti apa," sebut Purbaya.

Panda Bond sendiri adalah instrumen yang relatif baru bagi Indonesia. Penerbitan di China dengan mata uang Rupiah ini bisa menjadi langkah awal untuk memperluas basis investor. Jika sukses, bukan tidak mungkin volume penerbitan akan ditingkatkan di masa depan. Tapi semua masih tergantung pada hasil penutupan penawaran besok.

Panda BondMenteri KeuanganPurbaya Yudhi Sadewarating AAAimbal hasilinvestor Chinapenerbitan obligasi

Komentar

Memuat komentar...