Qantas Tangkap Kenaikan Harga Bahan Bakar, Kurangi Kapasitas
Gambar atau konten salah?
Konflik yang semakin memanas di kawasan Timur Tengah menimbulkan efek domino pada sektor energi global, termasuk lonjakan harga bahan bakar penerbangan.
Maskapai asal Australia, Qantas, merasakan dampaknya hingga menerapkan “mode hemat” untuk menekan biaya operasional.
Perusahaan ini memperkirakan tambahan beban biaya bahan bakar dapat mencapai USD 800 juta.
Menurut kutipan ABC News pada Rabu, 15 April 2026, Qantas menyatakan telah mengambil sejumlah langkah untuk meredam dampak konflik, mulai dari menaikkan tarif, menyesuaikan kapasitas penerbangan, hingga melakukan perubahan pada jaringan rute internasionalnya.
Di antara langkah tersebut, Qantas mengumumkan peningkatan proyeksi biaya bahan bakar hingga USD 3,3 miliar untuk paruh kedua tahun fiskal, naik signifikan dibandingkan perkiraan sebelumnya yang berada di kisaran USD 2,5 miliar.
Maskapai menegaskan terus memantau ketat situasi bahan bakar dan berkoordinasi dengan pemerintah serta pemasok hingga Mei.
Perubahan lebih lanjut mungkin akan terjadi, namun Qantas tetap memiliki opsi untuk mengambil tindakan lebih lanjut guna mengurangi kenaikan biaya bahan bakar dari waktu ke waktu.
Qantas juga mengatakan telah mengurangi kapasitas domestik sekitar 5 poin persentase pada bulan Mei dan Juni.
Pemangkasan penerbangan terutama menyasar rute antar kota besar yang selama ini dilayani Qantas dengan frekuensi tinggi dan pesawat berkapasitas besar.
Maskapai tersebut menyebut volatilitas harga bahan bakar yang berkelanjutan serta kondisi ekonomi global sebagai alasan utama pengurangan kapasitas.
Qantas mencatat permintaan perjalanan internasional ke Eropa masih kuat, seiring pelanggan mencari rute alternatif di tengah situasi global.
“Sebagai tanggapan, grup telah mengalihkan kapasitas dari AS dan jaringan domestik untuk meningkatkan penerbangan ke Paris dan Roma,” ujar juru bicara maskapai.
Meski tidak beroperasi di kawasan Timur Tengah, Qantas tetap bekerja sama dengan mitra penerbangan untuk memberikan opsi kepada pelanggan, termasuk memindahkan jadwal penerbangan atau menawarkan pengembalian dana bagi rute domestik yang terdampak pemangkasan.
Secara keseluruhan, Qantas menghadapi tekanan biaya bahan bakar yang meningkat, menyesuaikan kapasitas, dan memperkuat jaringan rute internasional sebagai strategi mitigasi, sambil tetap memantau perkembangan harga dan kondisi ekonomi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Serenada di Enchanting Valley: Konser Dua Hari Buka Puncak
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
Serenada Enchanting Valley: Konser Musik di Puncak Bogor
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Berita Terbaru
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Wuling Eksion: SUV Plug‑In Hybrid dengan Empat Mode Energi
Indonesia vs Timor Leste: Duel AFF U-19 2026 Live Streaming
Fadia/Tiwi Raih Kemenangan di Perempatfinal Indonesia Open
Debat Tutup Program Studi: Wisnu vs Menteri Yuliarto
