Ragunan Rekor 60.788 Pengunjung, Tambah 27 Parkir Selasa
Gambar atau konten salah?
Pada Selasa, 24 Maret 2026, kawasan Taman Margasatwa Ragunan dipadati lebih dari 60.788 orang pengunjung. Angka tersebut terbagi menjadi 43.566 orang dewasa dan 17.222 anak-anak.
“Kepala Humas Kebun Binatang Ragunan Wahyudi Bambang melaporkan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sepanjang Selasa hingga pukul 13.15 WIB, jumlah total pengunjung mencapai 60.788 orang, yang terdiri dari 43.566 orang dewasa dan 17.222 anak-anak.”
Pengelola kebun binatang menanggapi kepadatan dengan menambah 27 kantong parkir. Sebelumnya, hanya ada tiga lokasi parkir: Utara, Barat, dan motor. Dengan tambahan 27 titik, semua area lapangan dan area piknik diubah menjadi tempat parkir, sehingga pengunjung yang menunggu di luar kini dapat ditempatkan di dalam area.
“Dari normalnya kita hanya 3 lokasi (Utara, Barat, dan parkir motor), untuk mengantisipasi lonjakan kita menambah 27 titik. Semua area lapangan atau picnic area kita jadikan tempat parkir agar pengunjung yang mengantre di luar bisa tertampung,” kata Wahyudi.
Tarif tiket masuk dan parkir tetap tidak berubah. Parkir motor tetap Rp 3.000 dan mobil Rp 6.000. Akses masuk kendaraan dan pengunjung selama libur Lebaran difokuskan melalui Pintu Utara dan Pintu Barat, sedangkan Pintu Timur khusus untuk keluar.
Program “Lebaran Asik di Ragunan, Bersama Satwa Tebar Cinta, Raih Keberkahan” mengajak wisatawan tidak hanya berhibur, tapi juga belajar konservasi lewat Keeper Talk & Feeding Time yang berlangsung dari 22 hingga 29 Maret 2026.
Berikut jadwal Feeding Time:
- Gajah Sumatera – 10.00 WIB
- Gorila di Pusat Primata Schmutzer – 10.30 WIB
- Jerapah – 11.00 WIB
- Harimau Sumatera & Komodo – 14.00 WIB
Selama libur Lebaran, tingginya volume pengunjung membawa tantangan tersendiri. Pada hari Senin, 80 ribu pengunjung, tercatat 11 anak terpisah dari keluarga. Semua anak tersebut sudah dikembalikan dengan selamat. Hari ini, sejak pukul 14.00, hanya satu kasus terpisah setelah imbauan lebih ketat.
“Perhatikan keluarga yang rentan, yaitu anak-anak, lansia, dan disabilitas. Jangan asyik main gadget sendiri, asyik main TikTok, anaknya jalan sendiri. Itu yang sering terjadi,” ujar Bambang mengingatkan para orang tua.
Pengelola menegaskan dua aturan wajib: dilarang memberi makan satwa. Satwa di Ragunan sudah memiliki takaran nutrisi dan jadwal makan sendiri.
Peraturan Perda No. 2 Tahun 2005 DKI Jakarta tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 88 Tahun 2010 menetapkan kebun binatang ini sebagai kawasan bebas rokok. “Banyak komplain pengunjung, ‘kok di Ragunan masih banyak yang ngerokok?’. Kami sudah mengimbau dari pagi. Yang kepingin rokok, tahan dulu. Ayo sama-sama jaga Ragunan agar udaranya tetap bersih karena banyak anak-anak yang berwisata di sini,” kata Bambang.
Bambang juga menyarankan pengunjung membawa payung atau jas hujan, serta dilarang keras berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang guna menghindari jatuhnya ranting.
Ragunan menyiagakan petugas gabungan dari Polisi, TNI, Satpol PP, Dishub, serta enam titik posko kesehatan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan.
Keberhasilan pengelola terlihat dari upaya menambah parkir, menjaga tarif tetap, serta mengedepankan edukasi konservasi. Meskipun tantangan seperti anak terpisah dan pernapasan di kawasan bebas rokok tetap ada, kebun binatang berhasil menanggapi dengan cepat dan memberikan pengunjung pengalaman yang aman serta berkesan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Serenada di Enchanting Valley: Konser Dua Hari Buka Puncak
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
Serenada Enchanting Valley: Konser Musik di Puncak Bogor
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Berita Terbaru
Lazada Ungkap Produk Terlaris Libur Sekolah + Diskon 6.6
Kementerian Perhubungan Realisasi 32,27% Anggaran Tahun 2026
BEI: Indonesia Tetap Emerging Market, Batal Rumor Frontier
IHSG Turun 2%+; LQ45 Laba Naik 29,9%, Investor Fokus Fundamental
Rumor Pengunduran Purbaya Yudhi Sadewa, Reshuffle Kabinet?
