Ratu Dewa: Banjir Palembang Curah Hujan & Sampah Sembarangan

Nita W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Ratu Dewa: Banjir Palembang Curah Hujan & Sampah Sembarangan

Gambar atau konten salah?

Ratu Dewa menanggapi banjir yang melanda Palembang setelah hujan lebat pada 21 April 2026. Ia menegaskan bahwa intensitas curah hujan tinggi, menurut data BMKG, menjadi salah satu penyebab utama, ditambah faktor lingkungan dan perilaku masyarakat.

Mayor Palembang menyebutkan bahwa hujan deras menyebabkan genangan air tersebar di berbagai titik, termasuk beberapa lokasi yang pernah terdampak sebelumnya. Ia menambahkan bahwa ini bukan kejadian baru, melainkan pola yang terus berulang.

“Ya, jadi memang kemarin pertama kita sikapi titik hujan yang begitu lebat ya, dan data dari BMKG luar biasa hujannya kemarin. Terus hal lain, titik genangan juga tersebar di beberapa daerah. Ternyata beberapa yang pernah saya kunjungi masih berulang,” ujarnya kepada wartawan pada 22 April 2026.

Menurutnya, dua faktor utama penyebab banjir adalah faktor alam dan ulah manusia. Ia menyoroti kebiasaan membuang sampah sembarangan yang menyebabkan saluran air tersumbat, serta pembangunan yang tidak memperhatikan aturan sempadan sungai dan jalan.

“Makanya kita ada beberapa faktor penyebabnya, baik itu yang bersifat alam maupun dari sifat manusia sendiri. Yang manusia, tentunya kita sudah paham dan tahu semua, baik itu masalah jangan sampai membuang sampah sembarangan karena itu akan mengakibatkan sumbatan-sumbatan air,” kata Ratu Dewa.

Untuk menanggulangi masalah ini, Pemkot Palembang telah menyiapkan program jangka pendek, menengah, hingga panjang dengan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Program jangka pendek akan fokus pada penanganan teknis di lapangan.

“Seperti kita tetap rutin mengadakan mengangkat sedimen-sedimen yang tinggi, terus membuang sampah-sampah yang tersumbat, termasuk nanti akan kita perbanyak lagi pompa, pompa portable untuk mendorong air di beberapa titik genangan yang ada,” jelasnya.

Program jangka menengah dan panjang melibatkan alokasi anggaran tahun 2026 untuk memperluas kolam retensi di sejumlah wilayah. “Di samping itu, kita juga sudah menganggarkan sekarang ini di 2026 untuk memperluas titik-titik kolam retensi. Ini juga sebagai upaya untuk menampung beberapa air yang ada di sebaran di kecamatan maupun kelurahan,” tambahnya.

Ratu Dewa juga berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) banjir di seluruh kecamatan dalam waktu dekat. Satgas ini akan melibatkan aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk memantau kondisi di lapangan.

“Tetapi dalam waktu dekat saya akan buat juga Satgas di seluruh kecamatan yang melibatkan dari seluruh di internal pegawai maupun melibatkan tokoh masyarakat dan juga tokoh agama,” ujarnya. Satgas tersebut akan bertugas memantau titik genangan saat hujan deras serta membantu pengaturan lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

Selain itu, Satgas akan mendapatkan pelatihan, termasuk dari Basarnas, guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam kondisi darurat. Ratu Dewa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan guna meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.

Dengan langkah-langkah terkoordinasi ini, pemerintah kota berharap dapat mengurangi dampak banjir yang sering kali mengganggu kehidupan warga Palembang. Peningkatan infrastruktur, pengelolaan sampah, serta pelatihan kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam upaya mitigasi bencana ini.

Banjir PalembangCurah hujan tinggiSampah sembaranganKolam retensiSatgas BanjirPengelolaan sampahPeningkatan infrastruktur

Komentar

Memuat komentar...