Prabowo Akui Kondisi Bangsa Lebih Parah dari Dugaan

Maya K. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Akui Kondisi Bangsa Lebih Parah dari Dugaan

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa Indonesia masih dihadapkan pada berbagai persoalan serius. Mulai dari gaji guru yang rendah, terbatasnya lapangan kerja, hingga angka kemiskinan ekstrem yang masih tinggi. Dalam pernyataannya, Prabowo mengaku tidak menyangka bahwa masalah-masalah tersebut ternyata jauh lebih parah dari perkiraannya.

"Kita paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrim, kita paham ini semua masalah kita paham, kita mengerti. Justru ini yang kita dipilih, diberi mandat untuk diselesaikan," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Senin, 20 Juli 2026.

Prabowo juga menyoroti ketimpangan yang terjadi di masyarakat. Ia mengaku tidak menduga bahwa ketimpangan tersebut sudah sangat parah dan berada di luar perkiraannya. "Kita paham ada ketimpangan di masyarakat kita, tapi terus terang saja saya katakan di mana mana saya sendiri sebagai Presiden, bersama Wakil Presiden, saya sendiri tidak menduga sesungguhnya betapa beberapa masalah itu sangat di luar perkiraan kita," ujarnya.

Menurut Prabowo, kondisi ini terjadi karena kekayaan Indonesia terus mengalir ke luar negeri dalam jumlah yang sangat besar setiap tahun. Penyebabnya adalah praktik kecurangan dalam perdagangan. "Terjadi suatu distorsi terhadap ekonomi kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun ratusan miliar dolar tiap tahun dengan praktik praktik under invoicing pemalsuan laporan. Praktik-praktik transfer pricing, praktik penyelundupan, hal hal yang sesungguhnya sungguh tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita," jelasnya.

Pemerintahan Prabowo bertekad untuk menyelesaikan berbagai persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa mandat yang diberikan rakyat adalah untuk mengatasi masalah-masalah ini, bukan untuk mengabaikannya. Pernyataan ini menunjukkan kesadaran pemerintah akan tantangan besar yang dihadapi, sekaligus komitmen untuk mencari solusi.

Dalam konteks yang lebih luas, pengakuan Prabowo ini mencerminkan bahwa masalah struktural seperti ketimpangan ekonomi dan kebocoran sumber daya masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia. Praktik under invoicing dan transfer pricing yang disebutkan menunjukkan adanya celah dalam sistem perdagangan yang perlu ditutup. Tanpa langkah tegas, kekayaan negara akan terus terkuras ke luar negeri, memperparah kesenjangan yang sudah ada.

gaji guru rendahlapangan kerja terbataskemiskinan ekstremketimpangan ekonomiunder invoicingtransfer pricingkebocoran kekayaan

Komentar

Memuat komentar...