Relativity Space, Dipimpin Eks CEO Google, Dipilih NASA Bawa Misi ke Mars

Dedi S. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Relativity Space, Dipimpin Eks CEO Google, Dipilih NASA Bawa Misi ke Mars

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Sebuah perusahaan luar angkasa bernama Relativity Space, yang sekarang dipimpin oleh Eric Schmidt, mantan CEO Google, mendapat kepercayaan dari NASA. Mereka dipilih untuk membawa muatan bernama Aeolus ke planet Mars pada tahun 2028.

Informasi ini pertama kali muncul lewat laporan TechCrunch. Proyek ini bukan sekadar kontrak biasa. Ini adalah bentuk kemitraan baru antara perusahaan swasta dan badan publik. Dalam perjanjian itu, Relativity Space memegang kendali penuh. Mereka harus menyediakan pesawat luar angkasa, roket peluncur, dan mengatur semua operasi perjalanan sampai Aeolus tiba di Mars.

Apa yang akan dilakukan Aeolus di Mars?

Tujuan misi ini sederhana: memantau cuaca dan atmosfer Mars secara lebih detail. Begitu sampai di sana, Aeolus akan menjadi alat pertama yang bisa memberikan gambaran global harian tentang angin, suhu, debu, dan awan di Mars.

Untuk menjalankan tugas itu, Aeolus dilengkapi empat instrumen canggih. Data yang dikumpulkan instrumen-instrumen ini sangat penting bagi NASA. Bukan hanya untuk misi robotik, tapi juga untuk misi berawak di masa depan. Data itu akan dipakai untuk memberi panduan teknis saat wahana antariksa masuk ke atmosfer Mars, turun, dan mendarat. Tanpa data ini, pendaratan di Mars bisa sangat berisiko.

Informasi dari Aeolus juga akan membantu perencanaan misi manusia. Para astronot yang nantinya akan berjalan di Mars butuh prediksi cuaca yang akurat. Mereka harus tahu kapan aman untuk turun dan bagaimana kondisi permukaan saat tiba.

Perjalanan Relativity Space dan tantangan baru

Terpilihnya Relativity Space oleh NASA adalah pencapaian besar. Apalagi di bawah kepemimpinan baru. Eric Schmidt bukan orang sembarangan. Dia memimpin Google dari tahun 2001 sampai 2011. Pada tahun 2025, dia resmi menjadi CEO Relativity Space.

Sebelum Schmidt datang, Relativity Space punya sejarah yang campur aduk. Mereka pernah membuat roket Terran 1, roket pertama di dunia yang dicetak dengan teknologi 3D. Itu adalah prestasi besar. Tapi roket itu gagal berfungsi tidak lama setelah lepas landas.

Sekarang, perusahaan ini bersiap untuk babak baru. Mereka sedang mengerjakan roket yang jauh lebih besar dan lebih kuat, namanya Terran R. Roket ini dijadwalkan untuk terbang perdana pada akhir tahun ini. Jika Terran R berhasil, itu akan menjadi langkah penting sebelum mereka menjalankan misi ke Mars untuk NASA.

Semua rencana ini masih tergantung pada satu hal: apakah Terran R bisa terbang dengan sukses. Jika tidak, misi ke Mars tahun 2028 bisa tertunda atau bahkan dibatalkan.

Sebagai konteks, persaingan di industri luar angkasa swasta semakin ketat. Relativity Space bersaing dengan perusahaan seperti SpaceX yang sudah lebih dulu mapan. Tapi pendekatan mereka berbeda. Relativity Space mengandalkan teknologi cetak 3D untuk membuat roket lebih cepat dan lebih murah. Jika misi Aeolus berhasil, itu akan membuktikan bahwa metode mereka bisa diandalkan untuk misi besar antariksa.

Relativity SpaceNASAAeolusMarsEric SchmidtTerran Rcuaca atmosfer

Komentar

Memuat komentar...