Produksi Gandum Dunia Diprediksi Turun 3,8 Persen

Bambang W. · 3 min baca · 4 menit lalu · 2 dibaca
Bisik.id
Produksi Gandum Dunia Diprediksi Turun 3,8 Persen

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia, yang dikenal luas sebagai FAO, mengeluarkan perkiraan terbaru soal produksi gandum global. Angkanya tidak menggembirakan. Pada periode panen 2026/2027, produksi gandum dunia diprediksi turun drastis. Penyebab utamanya adalah cuaca ekstrem yang melanda beberapa negara penghasil gandum terbesar di dunia, seperti Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Uni Eropa.

Laporan resmi FAO yang bertajuk Food Outlook edisi Juni 2026 memberikan gambaran lengkap soal situasi ini. Dalam laporan itu, disebutkan bahwa produksi gandum global untuk periode Juli 2026 hingga Juni 2027 diperkirakan hanya mencapai 810,9 juta ton. Angka ini menurun 3,8 persen jika dibandingkan dengan rekor produksi tertinggi yang berhasil dicapai pada tahun 2025 lalu.

"Produksi gandum global pada periode 2026/27 diperkirakan mencapai 810,9 juta ton atau penurunan sebesar 3,8 persen," demikian bunyi kutipan dari laporan tersebut, yang dirilis pada Minggu, 21 Juni 2026.

FAO dengan jelas mencatat apa yang menjadi penyebab utama penyusutan hasil panen ini. Masalahnya terkonsentrasi di negara-negara yang selama ini menjadi eksportir gandum terbesar. Selain faktor cuaca yang buruk, ada juga persoalan lain yang tak kalah penting: menyusutnya margin keuntungan yang membuat para petani kehilangan semangat untuk menanam.

"Penurunan ini sebagian besar dipicu oleh hasil panen yang lebih kecil di negara-negara eksportir utama, terutama Uni Eropa dan Amerika Serikat," jelas laporan FAO lebih lanjut.

Kondisi ini memicu efek berantai. Luas area tanam di AS menyusut. Prospek hasil panen pun terpangkas secara signifikan. Tidak hanya itu, penurunan produksi gandum juga membayangi negara eksportir kunci lainnya, seperti Australia. Akibatnya, negara-negara ini mulai membatasi jumlah gandum yang bisa mereka ekspor ke pasar global.

Harga gandum internasional mulai merangkak naik. Situasi ini langsung berdampak pada harga gandum di pasar dunia. FAO mencatat, harga gandum global terpantau menguat dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini didorong oleh pembatasan pasokan yang dilakukan para eksportir utama. Faktor lain yang ikut mendorong adalah ketidakpastian akibat cuaca, terutama penurunan hasil panen karena kekeringan yang melanda Amerika Serikat.

"Harga gandum internasional terpantau menguat dalam beberapa bulan terakhir, didorong oleh pembatasan pasokan oleh eksportir utama serta ketidakpastian faktor cuaca, terutama penurunan hasil panen akibat kekeringan di Amerika Serikat," tulis laporan tersebut.

Namun, ada sedikit kabar baik. FAO memproyeksikan bahwa pergerakan harga gandum di pasar global kemungkinan besar masih akan tetap relatif terkendali dalam jangka pendek. Mengapa? Karena kondisi pasokan di beberapa wilayah lain dinilai masih cukup aman. Contohnya adalah di kawasan Asia. Ditambah lagi, permintaan impor dari beberapa kawasan mulai melemah.

Di sisi lain, perdagangan gandum global secara keseluruhan diprediksi menyusut sebesar 3,3 persen menjadi 199,1 juta ton. Penurunan perdagangan ini terjadi karena negara-negara di Afrika Utara, Timur Tengah, dan sebagian Asia mulai mengurangi pembelian impor. Mereka melakukannya karena produksi gandum domestik mereka sendiri justru membaik. Selain itu, mereka juga memiliki stok sisa atau carryover stocks yang melimpah.

Secara keseluruhan, laporan FAO ini menggambarkan situasi yang kompleks. Penurunan produksi di negara-negara besar seperti AS dan Uni Eropa memang menjadi pemicu utama kenaikan harga. Namun, di saat yang sama, negara-negara pengimpor di kawasan lain justru mulai mengurangi ketergantungan mereka pada pasokan luar negeri. Ini menciptakan dinamika pasar yang unik, di mana harga mungkin tidak akan melonjak terlalu tinggi dalam waktu dekat, meskipun pasokan dari negara-negara utama sedang tertekan.

FAOproduksi gandumcuaca ekstremAmerika SerikatUni Eropaharga gandumeksportir

Komentar

Memuat komentar...