Robot Ace Sony AI Kalahkan Pemain Tenis Meja Amatir

Ratna D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 57 dibaca
Bisik.id
Robot Ace Sony AI Kalahkan Pemain Tenis Meja Amatir

Gambar atau konten salah?

Tenis meja, salah satu olahraga yang menuntut keterampilan tinggi, kini mendapat lawan baru yang bukan manusia. Para insinyur Sony AI telah mengembangkan robot bernama Ace yang mampu mengalahkan pemain amatir elit.

Dalam uji coba, Ace melawan pemain yang berlatih rata-rata 20 jam seminggu. Robot tersebut menang cukup banyak pertandingan, menandai demonstrasi nyata terkuat sejauh ini dari robot yang mencapai permainan tingkat tinggi dalam olahraga cepat dan interaktif.

Keberhasilan ini menjadi terobosan robotika besar. Sistem Ace menggabungkan penginderaan berkecepatan tinggi, pengambilan keputusan AI, dan kontrol robotik. Semua elemen bekerja bersamaan untuk bersaing dengan pemain manusia dan merespons secepat kilat.

“Penelitian ini telah menunjukkan bahwa robot otonom nyatanya bisa menang dalam olahraga kompetitif, menyamai atau melampaui waktu reaksi dan pengambilan keputusan manusia di ruang fisik,” kata ahli robotika Peter Dürr, direktur Sony AI di Zurich, sekaligus pemimpin proyek untuk Ace yang dikutip detikINET dari AP.

“Tenis meja adalah permainan dengan kerumitan luar biasa yang butuh keputusan sepersekian detik serta kecepatan dan tenaga. Terobosan penelitian ini menyoroti potensi agen AI fisik melakukan tugas interaktif real time dan langkah signifikan menuju penciptaan robot dengan aplikasi lebih luas dalam interaksi manusia yang cepat, presisi, dan real-time,” paparnya.

Berbagai sistem AI telah menunjukkan keberhasilan dalam tantangan virtual, mulai dari game sederhana Pong hingga permainan strategi kompleks seperti catur, Go, dan StarCraft II. Namun, permainan fisik di dunia nyata jauh lebih sulit ditaklukkan oleh sistem buatan.

Robot harus memahami perubahan tak terduga, menginterpretasikan arti perubahan, memutuskan bagaimana bereaksi, dan melakukan tindakan yang diperlukan, semuanya dalam sekejap mata.

Keberhasilan Ace dibangun atas karya sebelumnya oleh tim Sony AI, yakni agen bernama Gran Turismo Sophy yang mampu mengalahkan pemain manusia dalam video game Gran Turismo. Namun, Ace jelas jauh lebih kompleks.

Desainnya terdiri dari tiga bagian utama. Pertama, sistem persepsinya memungkinkannya melihat dan melacak bola. Yang krusial, ini mencakup kemampuan untuk mendeteksi putaran (spin) bola, yang dapat mengubah cara bola memantul dan lintasannya di udara.

Komponen kedua adalah ‘otak’ AI yang dilatih melakukan pukulan demi pukulan dalam simulasi permainan virtual. Sistem ini belajar tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak, sehingga dapat membuat keputusan saat itu juga, alih-alih mengandalkan pengaturan awal yang sudah diprogram.

Terakhir, perangkat keras robotik berkecepatan tinggi berupa lengan robotik bersendi delapan yang sangat lincah. Lengan ini dapat mengeksekusi keputusan tentang di mana dan bagaimana memposisikan bet dengan presisi dan kecepatan.

Sony menguji Ace dengan melawan tujuh pemain manusia. Ada pertandingan best-of-three (mencari dua kemenangan) melawan lima pemain amatir elit yang telah bermain lebih dari satu dekade, dan pertandingan best-of-five (mencari tiga kemenangan) melawan dua pemain liga profesional Jepang, Minami Ando dan Kakeru Sone.

Robot ini memainkan total 13 game melawan para pemain elit dan menang tujuh kali. Melawan pemain profesional, tekniknya tidak begitu efektif. Ace hanya memenangkan satu dari tujuh game.

Walaupun belum mencapai tingkat kemahiran dalam tenis meja seperti yang ditunjukkan oleh agen-agen virtual seperti AlphaGo atau DeepBlue, penemuan ini secara signifikan memajukan apa yang mungkin kita lakukan dengan robotika di masa depan.

Hasil uji coba menunjukkan bahwa robot dapat bersaing secara nyata dengan pemain manusia tingkat tinggi, meski masih ada jarak yang harus ditempuh. Perkembangan ini membuka pintu bagi aplikasi robot yang lebih luas dalam interaksi manusia yang cepat, presisi, dan real‑time.

Secara keseluruhan, Ace menandai langkah penting dalam evolusi robotik, menunjukkan bahwa mesin dapat belajar dan beradaptasi dalam lingkungan fisik yang kompleks. Kemajuan ini menandai potensi besar bagi teknologi robotik di masa depan, terutama dalam bidang olahraga dan interaksi manusia yang memerlukan respons cepat dan akurat.

Robot Tenis MejaSony AI AcePengambilan Keputusan AIPenginderaan Berkecepatan TinggiKontrol RobotikTenis Meja KompetitifInteraksi Real‑Time

Komentar

Memuat komentar...