Rumor Cadangan Devisa BI Habis, Perry Tegaskan Cukup Luar Negeri

Rudi H. · 2 min baca · 4 hari lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Rumor Cadangan Devisa BI Habis, Perry Tegaskan Cukup Luar Negeri

Gambar atau konten salah?

Rumor bahwa cadangan devisa Bank Indonesia (BI) sudah habis dan tidak cukup untuk menstabilkan nilai tukar rupiah beredar setelah BI menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 %. Namun, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan sebaliknya.

“Cadangan devisa BI lebih dari cukup. Gini, caranya gini, BI itu selalu mengukur berapa jumlah cadangan devisa yang cukup,” ujar Perry setelah rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI pada Selasa, 09 Juni 2026.

Perry menjelaskan bahwa BI selalu menilai kecukupan cadangan devisa dengan merujuk pada acuan dari Dana Moneter Internasional (IMF). “Ada indikator yang dikeluarkan IMF yang disebut adequacy reserve asset dan yang kami ukur itu adalah, mudahnya ya, berapa cadangan devisa untuk bisa mengcover pelemahan rupiah yang dalam, kami ukur‑ukur itu,” tutur beliau.

Ia menegaskan posisi cadangan devisa tetap cukup untuk menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah gejolak global. “Sekarang sudah, masih lebih dari 115%. Jadi masih lebih dari cukup, di samping yang sekitar enam bulan impor. Jadi jangan khawatir, jumlah cadangan devisa lebih dari cukup,” tambahnya.

Data BI menunjukkan hingga akhir Mei 2026, cadangan devisa Indonesia berada di US$ 144,9 miliar, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 146,2 miliar. Penurunan sebesar US$ 1,3 miliar setara Rp 23,4 triliun (kurs Rp 18.000).

Penurunan ini dipengaruhi oleh penerbitan obligasi global pemerintah, serta penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Dengan indikator 115 % dan cadangan devisa yang masih lebih dari cukup, BI mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mempercayai kebijakan moneter yang sedang dijalankan.

Cadangan DevisaBank IndonesiaSuku BungaIMFStabilitas Nilai TukarObligasi GlobalKebijakan Moneter

Komentar

Memuat komentar...