Rupiah melemah, harga barang naik, kunjungan mall turun 15%

Yanto K. · 2 min baca · 14 hari lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Rupiah melemah, harga barang naik, kunjungan mall turun 15%

Gambar atau konten salah?

Nilai tukar rupiah yang melemah, menekan harga barang di pusat perbelanjaan Jakarta. Sejak dolar AS menembus batas Rp 17.700, konsumen mulai merasakan dampaknya di toko-toko dan mall.

Ellen Hidayat, Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Jakarta, menegaskan bahwa pelemahan rupiah membuat harga komoditas melonjak. Ia berbicara di Lippo Mall Nusantara pada hari Rabu, 20 Mei 2026.

“Semua juga sudah mengetahui bahwa dolar AS per hari ini sudah Rp 17.000, nyangkut, sudah hampir Rp 18.000 ya. Aduh, mudah-mudahan tidak lewat dari angka Rp 18.000 itu. Nah memang boleh dikatakan terjadi kenaikan‑kenaikan harga di masyarakat,” ujar Ellen.

Dia mencontohkan kenaikan harga barang sehari‑harinya. “Buah naga yang dulunya saya beli Rp 25.000 per kilogram, sekarang Rp 40.000. Gas yang dipakai di rumah‑rumah dulu Rp 210.000, sekarang naik jadi Rp 250.000. Bayangkan berapa persen kenaikannya. Itu baru contoh‑contoh. Jadi buah‑buah naik, dengan sendirinya sayur‑sayuran juga naik dan lain sebagainya,” sambungnya.

Menurut Ellen, kenaikan harga ini melemahkan daya beli masyarakat, termasuk pekerja dengan pendapatan tetap. Gaji yang tidak berubah sementara harga terus naik membuat orang menahan belanja.

Akibatnya, trafik di pusat perbelanjaan Jakarta pada hari kerja turun sekitar 15‑20%. Namun, pada akhir pekan, kunjungan masih tinggi, bahkan cenderung meningkat. “Memang terjadi penurunan trafik di pusat belanja, sebagian besar sekitar 15‑20% pada weekdays. Tapi untuk weekend justru bisa tinggi sekali, lebih tinggi dari biasanya. Terjadi sedikit keanehan, tapi sebenarnya juga tidak aneh,” terangnya.

Perubahan ini menandai perubahan pola belanja di kota. Konsumen kini lebih selektif, menunggu promo atau diskon. Pusat perbelanjaan harus menyesuaikan strategi pemasaran untuk tetap menarik pengunjung, terutama di hari kerja.

Nilai tukar rupiahDolar ASharga barangPusat perbelanjaan JakartaDPD DKI Jakartakenaikan hargatrafik belanja

Komentar

Memuat komentar...