Sakit Tenggorokan Ringan: Tips Dr. Edy Nasution di Medan
Gambar atau konten salah?
Cuaca di Kota Medan sering kali tidak bersahabat. Panas yang menyengat dan hujan yang tiba‑tiba membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi.
Dr. Edy Syahputra Nasution, seorang Spesialis THT, mengingatkan bahwa sakit tenggorokan bisa menjadi tanda awal infeksi virus, seperti flu atau batuk. Menurutnya, tenggorokan merupakan bagian saluran pernapasan atas, sehingga peradangan di sana menandai tubuh sedang melawan penyakit.
“Ya, ada benarnya. Sakit tenggorokan sering menjadi gejala awal dari infeksi, terutama infeksi virus seperti flu atau batuk. Tenggorokan adalah bagian saluran pernapasan atas, sehingga jika ada “droplet berisi kuman” yang masuk melalui udara, bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan. Ketika terjadi iritasi atau peradangan, itu bisa menjadi sinyal bahwa tubuh mulai melawan infeksi,” ujarnya saat diwawancarai detikSumut, Rabu (29/4/2026).
Namun, dr. Edy menegaskan bahwa tidak semua sakit tenggorokan berarti akan berujung pada penyakit berat. Kadang saja, rasa sakit itu hanya akibat iritasi ringan karena udara kering atau polusi.
“Namun, tidak semua orang yang mengalami sakit tenggorokan berarti akan mengalami sakit berat. Kadang hanya iritasi ringan akibat udara kering atau polusi,” lanjutnya.
Menurutnya, kondisi sore throat sangat berkaitan dengan daya tahan tubuh. Cuaca yang tidak menentu, panas lalu tiba‑tiba hujan, stres, dan polusi dapat menurunkan kekebalan tubuh, sehingga tenggorokan menjadi lebih rentan mengalami peradangan.
“Sangat berkaitan. Saat daya tahan tubuh menurun, virus dan bakteri lebih mudah masuk dan berkembang, terutama di saluran napas atas seperti tenggorokan. Cuaca yang tidak menentu, panas lalu tiba‑tiba hujan, stress, dan polusi dapat membuat kekebalan tubuh turun. Akibatnya, tenggorokan lebih rentan mengalami peradangan, yang kita rasakan sebagai nyeri atau tidak nyaman saat menelan,” jelasnya.
Untuk meredakan gejala, dr. Edy menyarankan beberapa minuman. Air hangat, air madu hangat, air jahe hangat, dan teh hangat dapat membantu menenangkan tenggorokan.
“Ya, ada beberapa minuman yang bisa membantu meredakan gejala, antara lain, air hangat karena membantu menjaga kelembapan tenggorokan, membersihkan tenggorokan, mengencerkan dahak, dan mengurangi iritasi. Air madu hangat, madu memiliki efek anti peradangan dan dapat melegakan tenggorokan. Air jahe hangat dapat membantu meredakan peradangan dan memberikan rasa hangat. Teh hangat, karena mengandung antioksidan dan membantu menyamankan tenggorokan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak mengonsumsi minuman manis dan dingin, serta minuman bersoda, karena dapat memperparah iritasi dan mempermudah infeksi.
“Sebaliknya, sebaiknya hindari dulu minuman terlalu dingin, terlalu manis, atau bersoda, karena bisa memperparah iritasi dan mempermudah infeksi. Sakit tenggorokan memang sering jadi tanda awal tubuh sedang tidak fit, terutama saat imunitas menurun. Menjaga daya tahan tubuh dan memilih minuman yang tepat bisa membantu mempercepat pemulihan,” tutupnya.
Dengan memperhatikan kondisi cuaca, menjaga kebersihan udara, dan memilih minuman yang tepat, masyarakat Medan dapat meminimalisir risiko sakit tenggorokan yang berlarut-larut. Sakit tenggorokan memang sering menjadi sinyal tubuh tidak fit, sehingga langkah pencegahan sederhana dapat membantu tubuh tetap sehat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Cuaca Surabaya 15 Juni: Suhu 23‑32°C, Kelembapan Tinggi
Cuaca Bandung: Hujan Sedang, Suhu Sejuk, Perhatian Jalan
Kalender Bali Denpasar 15 Juni: Hari Tak Baik Bercocok Tanam
Surabaya: Jadwal Sholat 15 Mei 2026 dan Niat Lengkap
Jerman Kalahkan Curacao 7-1, Debut Piala Dunia 2026
Jadwal Salat Denpasar, Badung, Gianyar 15 Juni 2026 Dirilis
UI Evaluasi Internal Unggahan SUMA Terkait Pride Month
Cuaca Jawa Timur 15 Juni: Cerah, Berawan, dan Hujan Ringan
Jerman Unggul 3-1 atas Curacao, Dominasi di Babak Pertama
1 Muharram 1448 H: Tahun Baru Islam Meriah di Indonesia
