Sarden Kalengan Bukan UPF, Namun Real Food Tetap Lebih Sehat

Bayu K. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 75 dibaca
Bisik.id
Sarden Kalengan Bukan UPF, Namun Real Food Tetap Lebih Sehat

Gambar atau konten salah?

Sarden kalengan, yang baru-baru ini menjadi bahan perbincangan, dipuji karena dianggap bukan Ultra Processed Food (UPF). Namun, bagi banyak orang, real food tetap menjadi pilihan yang paling sehat.

Dr. Aru Ariadno, SpPD‑KGEH, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menyatakan, “Kalau menurut saya, tetap yang paling sehat itu adalah real food. Karena kita nggak tahu, bahwa semua processed food itu cara membuatnya kita nggak tahu.” Ia menekankan bahwa proses pembuatan makanan olahan seringkali melibatkan bahan tambahan yang sulit dikontrol keamanannya.

Meskipun ada regulasi yang mengatur, dr Aru menegaskan, “Ada kemungkinan penyimpangan yang bisa berdampak pada kesehatan akan selalu ada.” Hal ini membuatnya skeptis terhadap keamanan semua makanan olahan.

Ia juga mengingatkan, “Makanya kalau kita lihat angka kejadian epidemiologi timbul yang penyakit, sekarang ini lebih meningkat daripada zaman‑zaman dulu.” Dr. Aru menyoroti peningkatan kasus penyakit kronis di kalangan muda.

“Zaman sekarang orang itu umur 30 aja udah metabolik. Udah hipertensi, diabetes. Angka kesakitan anak‑anak muda sekarang lebih banyak. Kasus kejadian diabetes usia muda, tinggi. Hipertensi usia muda, tinggi,” terangnya. Ia menekankan bahwa masalah metabolik tidak lagi terbatas pada usia tua.

Namun, ia mengakui tantangan dalam mengandalkan real food sehari‑hari. Kesibukan membuat banyak orang tidak sempat belanja dan memasak, sehingga mereka terpaksa beralih ke pilihan yang lebih praktis, yaitu makanan olahan.

Kesimpulannya, meski Sarden kalengan tidak dianggap UPF, penting bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan asupan real food guna mengurangi risiko penyakit metabolik, terutama di kalangan generasi muda.

Sarden kalenganUPFreal foodpenyakit metabolikdiabetes usia mudahipertensi usia mudaDr. Aru Ariadno

Komentar

Memuat komentar...