SDN 4 Kupang Terpencil, Atap Bocor, Tak Dapat Murid Baru

Bima J. · 2 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
SDN 4 Kupang Terpencil, Atap Bocor, Tak Dapat Murid Baru

Gambar atau konten salah?

Kondisi SD Negeri 4 Kupang di Dusun Kali Alo, Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, sungguh memprihatinkan. Sekolah yang terletak di kawasan pesisir ini menghadapi banyak keterbatasan. Mulai dari bangunan yang rusak hingga fasilitas belajar yang minim.

Sekolah ini berada di tengah hamparan sawah, tambak, dan dekat dengan muara laut. Hanya ada empat ruang belajar di sana. Namun, sebagian ruang kelas mengalami kerusakan yang cukup parah. Banyak atap yang bocor. Akibatnya, plafon di beberapa titik ambrol. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.

Solekan Tahib, Guru Kelas 5 SDN 4 Kupang, mengatakan kondisi bangunan sekolah sudah lama membutuhkan perbaikan. "Kalau hujan banyak titik atap yang bocor. Plafonnya juga sudah banyak yang ambrol sehingga kami khawatir membahayakan anak-anak saat belajar di kelas," ujar Solekan saat ditemui di sekolahnya pada Selasa, 14 Juli 2026.

Bukan hanya bangunan. Sejumlah bangku dan fasilitas belajar lainnya juga mengalami kerusakan. Keterbatasan anggaran membuat sekolah belum mampu mengganti sarana yang sudah tidak layak pakai. "Kami pernah mengajukan permohonan bantuan bangku bekas yang masih layak pakai dari sekolah di Mindi, Porong. Sampai sekarang belum ada kabar tindak lanjut," katanya.

Menurut Solekan, sekolah juga tidak memiliki kemampuan untuk membeli fasilitas baru. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sangat terbatas. Besaran dana tersebut menyesuaikan jumlah siswa yang saat ini sangat sedikit.

Selain menghadapi keterbatasan sarana, lokasi sekolah yang terpencil juga menjadi tantangan tersendiri. Akses menuju sekolah cukup sulit. Jalan di kawasan pesisir ini minim. Transportasi umum juga terbatas. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab sekolah tidak memperoleh siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Bahkan, keberadaan SDN 4 Kupang disebut belum terdeteksi di peta digital. Hal ini semakin menunjukkan keterisolasian sekolah itu dari perhatian publik.

Solekan berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil. Menurutnya, SDN 4 Kupang sangat layak diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan perbaikan bangunan maupun sarana prasarana. "Kami berharap pemerintah memprioritaskan sekolah-sekolah di daerah terpencil seperti SDN 4 Kupang agar segera mendapat bantuan. Kondisi bangunan dan fasilitas sudah sangat membutuhkan perhatian demi keselamatan dan kenyamanan anak-anak saat belajar," pungkasnya.

Kondisi SDN 4 Kupang mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak sekolah di daerah terpencil di Indonesia. Keterbatasan akses, minimnya dana, dan kurangnya perhatian publik menjadi masalah yang saling terkait. Sekolah ini tidak mendapatkan siswa baru, dan bahkan tidak terdeteksi di peta digital. Ini menunjukkan betapa terisolasinya mereka dari perhatian pemerintah dan masyarakat luas.

SDN 4 Kupangkondisi memprihatinkanbangunan rusakfasilitas minimsekolah terpencilketerbatasan danaakses sulit

Komentar

Memuat komentar...