Seoul Perluas Wi‑Fi Publik di Tempat Wisata Utama
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Metropolitan Seoul telah mengumumkan rencana ambisius untuk mengubah lokasi wisata utama menjadi zona bebas data dengan memperluas jaringan Wi‑Fi publik berkecepatan tinggi. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kenyamanan bagi turis asing sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata global kota Seoul.
Menurut Korea Herald pada Senin, 30 Maret 2026, kota ini akan memasang router Wi‑Fi di destinasi populer seperti Taman Hangang, Seongsu‑dong, dan Myeong‑dong. Ketiga tempat tersebut kini menjadi favorit di kalangan wisatawan internasional. Langkah ini mencerminkan strategi kota yang lebih luas untuk meningkatkan daya saing perkotaan dan pariwisata.
Seoul menyadari pola perjalanan turis internasional semakin individual, sehingga mereka memerlukan pencarian online secara real‑time. Data dari Asosiasi Operasi Telekomunikasi Korea menunjukkan bahwa kecepatan Wi‑Fi publik rata‑rata di Korea Selatan pada tahun 2023 adalah 378,84 megabit per detik, jauh lebih tinggi dibandingkan rata‑rata 45,08 Mbps yang tercatat di berbagai lokasi utama, termasuk kota‑kota di Norwegia, Denmark, Singapura, AS, Jerman, Kanada, dan Jepang.
Seoul saat ini mengoperasikan lebih dari 35.000 router Wi‑Fi publik di seluruh kota. Meskipun jaringan sudah luas, banyak pengguna melaporkan kecepatan lebih lambat di area dengan lalu lintas tinggi seperti Taman Hangang. Instalasi di sana masih tertinggal karena prioritas lebih rendah untuk zona non‑perumahan atau komersial.
Dengan memperluas konektivitas berkecepatan tinggi di area wisata utama, kota Seoul ingin mempercepat upayanya masuk dalam peringkat lima kota paling kompetitif di dunia. Langkah ini juga mendukung tujuan Korea Selatan yang lebih luas untuk menarik 30 juta pengunjung setiap tahunnya pada tahun 2028.
Seoul juga mulai merombak kebijakan demi mempermudah turis. Sebelumnya, pemerintah Seoul menerbitkan struk taksi dwibahasa Korea dan Inggris, dengan tujuan menekan peningkatan penipuan yang dialami turis. Struk tersebut merinci total tarif, waktu penjemputan dan pengantaran, biaya tambahan larut malam, dan biaya di luar distrik. Di bagian bawah ada tata cara pelaporan kasus pembebanan biaya berlebihan.
Kota ini juga meminta platform pemesanan taksi swasta seperti Kakao Mobility dan Tada untuk menawarkan rincian tarif dalam bahasa Inggris. Pada akhir tahun 2025, Pemerintah Metropolitan Seoul berencana meluncurkan sistem pembayaran loop terbuka berdasarkan standar Europay, Mastercard, dan Visa (EMV). Dengan sistem ini, turis dapat menggunakan kartu kredit mereka untuk membeli dan mengisi kartu transportasi.
Rencana ini menandai langkah konkret Seoul untuk meningkatkan infrastruktur digital dan mempermudah pengalaman wisatawan internasional. Dengan jaringan Wi‑Fi yang lebih cepat dan kebijakan yang lebih ramah, kota ini berupaya menempatkan diri sebagai tujuan utama bagi pelancong global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
Berita Terbaru
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
