Singapura Batasi Penumpang Bawa Maksimal Dua Power Bank
Gambar atau konten salah?
Mulai 15 April 2026, penumpang pesawat di Singapura tidak boleh membawa lebih dari dua power bank ke dalam kabin. Aturan ini berlaku bagi semua maskapai yang beroperasi di bandara negara tersebut.
Peraturan baru ini dibawa ke depan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Singapura (CAAS). Menurut CAAS, setiap penumpang hanya dapat membawa maksimal dua unit power bank. Jika membawa lebih, sisanya harus diserahkan kepada petugas sebelum naik pesawat. Selain batasan jumlah, penumpang juga dilarang mengisi daya power bank di dalam pesawat. Penggunaan power bank untuk mengisi perangkat elektronik selama penerbangan tidak dianjurkan.
CAAS mengonfirmasi kebijakan ini pada 6 April 2025. Dalam pernyataannya, CAAS mengutip Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang memperbarui pedoman keselamatan pada 2 April 2025. “Persyaratan terbaru ICAO untuk maksimal dua power bank per penumpang, pembatasan pengisian daya, dan penggunaan power bank di atas pesawat bertujuan untuk mengurangi risiko kebakaran sambil memenuhi kebutuhan perjalanan penumpang,” kata pihak CAAS.
CAAS bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan penerapan aturan ini berjalan lancar. Maskapai akan memberi tahu penumpang tentang kebijakan baru secara bertahap. CAAS juga akan melatih petugas layanan penumpang dan petugas keamanan agar dapat menegakkan aturan ini dengan tepat.
Aturan ini akan dipasang di titik-titik utama di seluruh bandara sebagai pengingat bagi penumpang. Meskipun aturan baru ini akan mulai berlaku pada 15 April 2026, beberapa kebijakan lama tentang bawaan, persyaratan, dan kapasitas maksimal power bank tetap berlaku.
Direktur Standar Penerbangan CAAS, Foong Ling Huei, menegaskan pentingnya kepatuhan penumpang. “Persyaratan baru akan membantu mengurangi risiko kebakaran yang disebabkan oleh power bank di atas pesawat. Kami mendesak semua penumpang untuk membiasakan diri dan mematuhi persyaratan baru, demi keselamatan sendiri dan keselamatan penumpang lain,” kata Direktur Standar Penerbangan CAAS Foong Ling Huei.
Sejak 1 April 2025, Singapore Airlines telah melarang penumpang menggunakan atau mengisi power bank selama penerbangan. Langkah ini diambil setelah beberapa insiden kebakaran power bank di kabin pesawat. Awal tahun ini, Lufthansa Group juga tidak mengizinkan penumpang melakukan hal yang sama. Beberapa maskapai penerbangan di negara lain telah memperkenalkan aturan serupa.
Dengan pembatasan ini, CAAS berharap dapat menurunkan risiko kebakaran di kabin pesawat. Penumpang diharapkan menyesuaikan diri dengan kebijakan baru ini sebelum tanggal efektif. Keamanan dan kenyamanan penerbangan menjadi prioritas utama bagi otoritas dan maskapai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indofest 2026: 80 Brand Outdoor di JCC, Target Rp60 Miliar
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Serenada di Enchanting Valley: Konser Dua Hari Buka Puncak
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
Serenada Enchanting Valley: Konser Musik di Puncak Bogor
Berita Terbaru
Busan: Tujuh Tempat Wisata Wajib bagi Para Turis 2026
UTM Dapat Izin Buka Dua Program Kedokteran, Mulai 2026/2027
PT PP & Kemen Pekerjaan Umum Selesaikan 69 SPPG dalam 37 Hari
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
USU Buka Proses Banding UKT, Mahasiswa Bisa Perbaiki Tarif
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
