Singapura Rencanakan Upgrade Terminal 3 Bandara Changi
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Pemerintah Singapura berencana meningkatkan layanan Terminal 3 (T3) Bandara Changi. Terminal ini dijanjikan akan dilengkapi dengan teknologi canggih, termasuk robot.
Plt. Menteri Transportasi Singapura, Jeffrey Siow, mengumumkan bahwa tender proyek akan dibuka pada paruh kedua tahun 2026, dengan pekerjaan konstruksi dijadwalkan dimulai pada akhir tahun. Siow menegaskan bahwa peningkatan ini akan mengadopsi lebih banyak teknologi digital dan robotik.
Penerapannya mencakup layanan check‑in mandiri, pemeriksaan keamanan otomatis, dan robot untuk pembersihan fasilitas. "Sejumlah solusi ini juga akan menjadi proyek percontohan untuk diterapkan lebih luas saat Terminal 5 mulai beroperasi pada pertengahan 2030‑an," kata Siow, dikutip dari 29 April 2026.
Ia menegaskan fokus utama proyek tersebut adalah meningkatkan kapasitas layanan penumpang, terutama saat jam sibuk. Terminal 3 bukan terminal baru, melainkan telah beroperasi sejak Januari 2008.
CEO Changi Airport Group (CAG), Yam Kum Weng, menambahkan bahwa kapasitas penyimpanan bagasi awal di T3 akan diperluas hingga 65 persen. Langkah ini diambil untuk mengakomodasi meningkatnya permintaan check‑in lebih awal serta volume penumpang transit.
Jumlah bus gate juga akan ditambah dari tiga menjadi tujuh untuk mendukung operasional saat periode padat. Fasilitas ini digunakan bagi pesawat yang parkir di area terpencil tanpa garbarata.
Selain itu, armada Skytrain akan ditingkatkan hampir 30 persen dan CAG juga akan membangun sistem bagasi antar‑terminal baru sebagai jalur alternatif antara Terminal 1 dan Terminal 3. "Ini akan mengurangi tekanan pada sistem yang ada dan meminimalkan kebutuhan pengangkutan bagasi antar‑terminal dalam satu dekade ke depan sebelum T5 beroperasi," kata Yam.
CAG belum mengungkapkan nilai investasi maupun target penyelesaian proyek tersebut. Di sisi lain, lebih dari 50 dari sekitar 180 posisi parkir pesawat di Bandara Changi akan disiapkan untuk mendukung pesawat Boeing 777‑9 pada kuartal II 2026.
Pesawat generasi baru itu dijadwalkan mulai dikirim pada 2027, dengan Singapore Airlines telah memesan 31 unit. CAG juga memperkenalkan layanan check‑in di luar bandara (off‑airport).
Dalam tahap awal yang dimulai dalam beberapa bulan ke depan, layanan ini tersedia bagi penumpang Singapore Airlines yang menginap di The Fullerton Hotel, The Fullerton Bay Hotel, dan Marina Bay Sands. Bagasi penumpang akan dikirim secara aman ke bandara dan langsung dimuat ke pesawat.
Peningkatan T3 ini kemungkinan menjadi proyek besar terakhir sebelum Terminal 5 dibuka. Siow menyebut trafik penumpang diperkirakan terus meningkat hingga saat itu.
Terminal 5 akan meningkatkan kapasitas Bandara Changi lebih dari 55 persen, dari 90 juta menjadi 140 juta penumpang per tahun. Peningkatan T3 merupakan bagian dari investasi sekitar 3 miliar USD (Rp 52,14 triliun) yang diumumkan CAG pada 2024 untuk memperbarui Terminal 1 hingga 4.
Meski industri penerbangan tengah menghadapi tantangan akibat konflik di Timur Tengah, Pemerintah Singapura menilai prospek jangka panjang tetap positif.
Perubahan ini menunjukkan komitmen Singapura untuk menjaga Bandara Changi tetap kompetitif, sambil mempersiapkan fasilitas yang mampu menampung pertumbuhan penumpang di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Liburan Baru Fokus Istirahat: Tren Sleep Tourism Meningkat
Serenada di Enchanting Valley: Konser Dua Hari Buka Puncak
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
Serenada Enchanting Valley: Konser Musik di Puncak Bogor
Kemenpar Luncurkan Program Penertiban Akomodasi 2026
Berita Terbaru
Persaingan Tinggi pada UTBK Plus Unair 2026 Untuk Mahasiswa
Influencer Jakarta Viral Cosplay Disabilitas, Kontroversial
Prabowo Tekankan Standar 8 Potong Ayam MBG, Kumink Jelaskan
Gamelan Bali dan Tarian Tampil di Pagi SF Indo Cita
Wuling Eksion: SUV Plug‑In Hybrid dengan Empat Mode Energi
Indonesia vs Timor Leste: Duel AFF U-19 2026 Live Streaming
Fadia/Tiwi Raih Kemenangan di Perempatfinal Indonesia Open
Debat Tutup Program Studi: Wisnu vs Menteri Yuliarto
