Siswa 17 Tahun Rehan Tercatat di Hall of Fame NASA

Agus P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 116 dibaca
Bisik.id
Siswa 17 Tahun Rehan Tercatat di Hall of Fame NASA

Gambar atau konten salah?

Rehan, seorang siswa SMA Negeri 8 Pinrang berusia 17 tahun, telah mencatat nama di Hall of Fame NASA setelah menemukan celah keamanan pada sistem lembaga tersebut. Kemenangan ini datang setelah ia mengikuti Vulnerability Disclosure Program (VDP) NASA pada 01 Januari 2026.

“Awalnya saya mendengar adanya VDP (Vulnerability Disclosure Program) yang diadakan oleh NASA dan berhasil menemukan kerentanan atau bug pada sistem mereka,” ungkap Rehan ketika ditemui di SMAN 8 Pinrang pada 21 April 2025.

Setelah mendaftar, Rehan menelusuri kode dan log sistem NASA. Ia berhasil mengekstrak username dari website NASA, sebuah langkah yang menandai keberhasilannya. Akibatnya, ia menerima surat pengakuan resmi dari NASA dan namanya terdaftar di Hall of Fame lembaga tersebut.

“Alhamdulillah saya bisa tahap mengambil username dari website NASA dan atas dedikasi ini, saya mendapatkan apresiasi resmi dan nama saya tercatat dalam Hall of Fame NASA,” tambahnya.

Rehan mengakui awalnya ragu. “Saya sempat ragu mampu menemukan celah keamanan dari NASA mengingat lembaga tersebut merupakan salah satu lembaga dengan tingkat keamanan yang tinggi. Namun saya percaya, selalu ada celah sebab ancaman di dunia digital juga terus berkembang,” jelasnya.

“Ancaman keamanan terus berkembang. Sehingga saya yakin selalu ada celah dan berhasil menemukan kerentanan pada sistem mereka,” paparnya.

Sejak SMP, Rehan telah belajar teknologi informasi secara otodidak. Ia menggunakan handphone, YouTube, dan Google untuk memahami konsep keamanan siber. “Saya belajar otodidak dari handphone sejak SMP. Belajar dari Youtube dan Google terkait cyber security hingga akhirnya orang tua mendukung dan sekarang pakai laptop,” ungkapnya.

Dengan tekad itu, ia terus mengasah kemampuan. Ia melakukan riset, mencari celah pada berbagai sistem digital, dan berhasil mendapatkan penghargaan dari lembaga luar negeri. “Selain dari NASA pernah juga ada penghargaan dari Komdigi dan kampus bergengsi luar negeri seperti TU Dresden di Jerman, University of Oslo, dan San Diego State University. Semuanya masih terkait dengan keamanan siber,” tambahnya.

Rehan menyadari perjalanan ini masih panjang. “Fokus saya ke depan adalah terus mengasah kemampuan agar dapat sukses di bidang yang saya tekuni sekarang dan bisa memberikan manfaat hingga akhirnya bisa membanggakan kedua orang tua saya,” harapannya.

Data Diri

  • Nama: Rehan
  • Kelahiran: 09 Januari 2009 di Makassar
  • Sekolah: SMAN 8 Pinrang, Sulawesi Selatan
  • Hobi: Security Research & Bug Hunting
  • Prestasi NASA: Tercatat dalam Hall of Fame dan menerima Surat Pengakuan Resmi atas temuan celah keamanan pada NASA
  • Surat Pengakuan Resmi (Internasional): Diterima dari TU Dresden (Jerman), University of Oslo (Norwegia), dan San Diego State University (Amerika Serikat)
  • Sertifikat Apresiasi (Nasional): Diterima dari Universitas Brawijaya (UB), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Airlangga (UNAIR), dan dari pemerintah Indonesia (hsr/sar)

Rehan, dengan latar belakang autodidak dan dedikasi tinggi, menunjukkan bahwa pemahaman mendalam tentang keamanan siber dapat membuka peluang di lembaga global. Kemenangan ini menegaskan bahwa bahkan lembaga dengan keamanan paling ketat pun tidak luput dari celah yang dapat ditemukan oleh individu muda yang tekun.

RehanNASA Hall of FameVulnerability Disclosure Programkeamanan siberbug huntingTU DresdenUniversity of Oslo

Komentar

Memuat komentar...