Siswa Pekalongan Diterima di 13 Universitas Asing Pasti
Gambar atau konten salah?
Ahmad Ali Rayyan Shahab, siswa asal MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan, telah berhasil diterima di 13 universitas terkemuka di luar negeri. Keberhasilannya bukan kebetulan; ia memulai persiapan sejak masuk kelas 10 SMA. Pada tahun berikutnya, ia lolos program pertukaran ke Finlandia, yang menyalakan tekadnya untuk melanjutkan studi di luar negeri.
Rayyan mengaku sejak kelas 10 ia sudah menyiapkan portofolio yang mencakup pengembangan diri, pengalaman, dan prestasi. Bagi dia, studi di luar negeri tak hanya soal administrasi, tetapi juga tentang kegiatan di luar akademik. Ia menekankan pentingnya memulai sejak dini, bukan menunggu sampai kelas 12.
Menurut Rayyan, ada empat dokumen utama yang wajib disiapkan sebelum mendaftar. Pertama, sertifikat IELTS (International English Language Testing System). Kedua, berkas resmi yang diterjemahkan ke bahasa Inggris. Ketiga, hasil tes SAT (Scholastic Assessment Test). Keempat, motivation letter dan essay yang memaparkan motivasi pribadi.
Untuk IELTS, Rayyan menegaskan bahwa skor minimal 6,5 sudah cukup bagi sebagian besar universitas. Ia mengingatkan, “Teman-teman, kalau mau keluar negeri, itu harus punya sertifikat IELTS, jadi harga mutlak, gitu loh, karena teman-teman semua nanti butuh bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari, bahasa pengantar,”. Dokumen ini menjadi bukti kemampuan bahasa Inggris yang menjadi dasar komunikasi sehari‑hari di kampus asing.
Selanjutnya, berkas resmi seperti rapor dan kartu keluarga harus diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah. Proses ini memastikan dokumen tersebut dapat dipahami oleh pihak universitas tanpa ada keraguan atas isi atau nilai.
Hasil tes SAT juga menjadi syarat bagi beberapa universitas di AS dan negara lain. Rayyan menjelaskan, “Selain itu juga, beberapa universitas yang aku tuju itu meminta aku lagi untuk memberikan hasil tes SAT, namanya tes SAT itu kayak tes UN-nya Amerika itu harus latihan soal matematika dan bahasa Inggris dengan kesulitan yang cukup menantang,”. SAT mengukur kesiapan akademik siswa SMA dalam konteks internasional.
Motivation letter atau essay menjadi cara universitas menilai karakter dan motivasi calon mahasiswa. Rayyan menyebut, “Beberapa universitas lagi, mereka juga akan meminta motivation letter namanya, entah bisa motivation letter, bisa personal insight questions, bisa essay yang menuntut kamu, menuntut kita yang mau daftar itu untuk menceritakan gitu loh, terkait dengan diri kita karena mereka lagi‑lagi pengen tahu tentang diri kita,”. Surat ini harus menggambarkan alasan dan tujuan belajar di luar negeri.
Selain dokumen, Rayyan menekankan pentingnya menyusun portofolio secara bertahap. Ia memulai sejak kelas 10, bukan menunggu sampai akhir SMA. Ia menekankan, “Kita harus bisa mempersiapkan dari jauh‑jauh hari, seperti misalnya melakukan organisasi, atau melakukan hal‑hal yang akan berkaitan dengan apa yang mau kita studi selanjutnya,”. Langkah ini membantu mahasiswa menonjol di antara pelamar.
Rayyan menekankan pengembangan hobi yang sejalan dengan bidang studi yang diinginkan. Ia memiliki hobi menulis sejak kecil, dengan fokus pada sains dan lingkungan. Ia mengatakan, “Aku itu punya hobi yang aku kembangkan, dan hobi aku itu hobi menulis gitu, jadi aku sering menulis artikel, opini, dan artikel‑artikel itu berkaitan dengan sains, seperti kayak lebih banyak ke biologi dan lingkungan,”. Hobi ini menjadi dasar bagi karya tulis yang akan dipublikasikan.
Setelah menulis, Rayyan mempublikasikan karyanya di platform ternama. Ia mendapat kesempatan untuk mempublikasikan salah satu artikel di GreenFaith. Ia mengungkapkan, “Dan apa ya, effort aku dalam menulis itu kemudian dilihat, dan aku kemudian mendapatkan kesempatan untuk bisa mem‑publish salah satu artikelku gitu di GreenFaith,”. Publikasi ini menambah kredibilitas portofolio.
Aktivitas di luar kelas juga menjadi bagian penting. Rayyan tidak terpaku pada nilai akademik saja. Ia aktif menjadi pembicara dalam ajang internasional AICIS+-Annual International Conference on Islam, Science, and Society, menggunakan bahasa Inggris. Ia menasihati, “Jangan hanya di sekolah itu fokus di akademi, artinya teman‑teman eksplorlah passion teman‑teman, baik itu organisasi, baik itu ekstrakurikuler, jadi teman‑teman itu bisa membedakan diri, teman‑teman,”. Kegiatan ini menunjukkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan.
Rayyan juga terlibat dalam proyek komunitas nyata, khususnya terkait lingkungan. Bersama teman‑temannya, ia membantu mengolah sampah makanan di sekolah. Kegiatan ini menegaskan komitmen sosial dan kepedulian terhadap isu global.
Namun, Rayyan mengingatkan bahwa tidak semua universitas luar negeri otomatis lebih baik daripada institusi dalam negeri. Ia menekankan pentingnya memilih universitas unggulan. Ia berkata, “Terkadang, universitas luar negeri itu tidak berarti otomatis lebih baik dari universitas di sini atau lebih ketat persaingannya. Nah, jadi untuk bisa dapat di universitas luar negeri saja itu sebenarnya mudah, tapi kalau mau dapat universitas yang top,”. Pilihan yang tepat memerlukan riset dan pertimbangan matang.
Perjalanan Rayyan menunjukkan bahwa persiapan awal, dokumen lengkap, dan portofolio yang kuat dapat membuka pintu ke universitas luar negeri. Ia menegaskan bahwa kesuksesan datang dari kerja keras, konsistensi, dan ketekunan. Bagi siswa yang bermimpi belajar di luar negeri, langkah-langkah ini menjadi panduan konkret untuk meraih tujuan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Nadiem Anwar Makarim Tolak Tuduhan Korupsi Chromebook
Nadiem Anwar Makariem Bela Korupsi Chromebook di Pengadilan
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Nadiem Anwar Makarim Bebas Tuntutan Pengadaan Chromebook
Alumni Teknik ITB 2025: Penghasilan Rp 10 Miliar Tertinggi
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
