SNBT 2026 Dibuka, Peserta Keluhan Batas Lokasi UTBK 2026
Gambar atau konten salah?
SNBT 2026 telah dibuka, namun proses pendaftaran menimbulkan banyak keluhan, terutama terkait Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Peserta mengeluhkan bahwa mereka tidak dapat memilih kampus penyelenggara pusat UTBK, berbeda dengan tahun sebelumnya.
Selama konferensi pers pengumuman SNBP dan KIP-K SNBP 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menanggapi kritik tersebut. Ia berkata, “Yang ramai sekarang kan disebutkan, bahkan ada yang DM ke saya dan sebagainya bahwasannya, panitia seolah-olah menghambat mimpi kami untuk bisa kuliah di perguruan tinggi di luar daerah. Gak ada. Gak ada yang berubah Ibu Bapak,”.
Eduart menjelaskan bahwa pembatasan hanya berlaku pada lokasi Pusat UTBK yang akan diikuti. “Hanya memang yang kami batasi adalah tempat pusat UTBK yang akan dia ikuti. Tapi kami tidak membatasi daerahnya. Kotanya, misalnya gini, saya nih ingin memilih kuliah di ITS Surabaya. Saya tinggal di Gorontalo. Bebas, pilihannya tetap ada di saya. Apakah saya mau tes di Surabaya, biar saya lebih yakin, biar dekat dengan Surabaya, atau kalau tidak mau jauh-jauh dengan perhitungan ekonomi tadi, saya tes di Gorontalo,” jelas Eduart.
Ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mempersulit peserta. “Jadi tidak ada sedikit pun kita berniat untuk mempersulit calon peserta. Apalagi sampai bikin bete ya enggak lah. Justru ini sarana bagaimana kita memberikan kepastian kepada calon peserta ini untuk bisa bersaing secara fair,” tegas Rektor Universitas Negeri Gorontalo tersebut.
Alasan lain di balik pembatasan tersebut adalah pencegahan kecurangan. Eduart menyebut, “Dan kita bisa meminimalisir, mencegah praktek-praktek kecurangan yang terjadi, yang salah satu modus yang kita dapatkan itu ya ini,”. Ia menambahkan, “Jadi berdasarkan hasil data yang kami lihat, yang kami pelajari, kami analisis di tahun lalu misalnya, terlihat modus kecurangan yang menggunakan praktek perjokian itu relatif berada di tempat pusat UTBK yang sudah ditentukan, pada sesi yang sama. Nah ini yang ingin kami hindari.”
Data dari tahun sebelumnya menunjukkan bahwa modus perjokian sering terjadi di pusat UTBK tertentu. Dengan membatasi lokasi ujian, panitia berharap dapat mengurangi peluang praktik tersebut. Meskipun demikian, peserta masih memiliki kebebasan memilih daerah tempat studi, sehingga tidak ada pembatasan terhadap pilihan perguruan tinggi di luar daerah.
Perubahan ini diharapkan tidak menambah beban bagi calon mahasiswa, melainkan memberikan rasa adil dan transparan. Dengan langkah ini, SNPMB berusaha menjaga integritas proses seleksi dan memastikan setiap peserta dapat bersaing secara fair tanpa adanya praktik kecurangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
Helm Cerdas ITB Tuntun Pendeteksi Kelelahan Motor
Strip Tes Minyak Babi: Alat Praktis Deteksi Halal Rutin
Alumni Teknik ITB 2025: Penghasilan Rp 10 Miliar Tertinggi
Kampus Bisa Punya SPPG: Solusi Gizi Nasional, Tak Wajib!
Komisi X Fokus Kesejahteraan Dosen PTS, Dukung Anggaran
Berita Terbaru
Paula Hurd & Bill Gates Bersinergi di Breakthrough Prize 2026
Tren Strava Fridge: Minuman di Kulkas Minimarket Jadi Viral
Trump Lakukan Tiga Pemeriksaan Medis di Walter Reed
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Martinez: Pensiun Bila Argentina Raih Gelar Dunia Kedua
UB SNBT 2026: 5.842 Lolos dari 82.613 Pilihan, Ketat
IHSG Turun 4,11% di Tengah Sesi, Rupiah Menguat
