Takbiran Idul Adha 2026: Jadwal, Cara, Makna & Serta

Bima J. · 3 min baca · 18 hari lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Takbiran Idul Adha 2026: Jadwal, Cara, Makna & Serta

Gambar atau konten salah?

Takbiran Idul Adha menjadi bagian penting dalam perayaan Hari Raya Idul Adha. Di Indonesia, gema takbir sering terdengar di masjid, musala, dan pawai keliling masyarakat. Tradisi ini sudah lama menjadi sunnah, dan takbiran biasanya dilakukan pada waktu tertentu atau kapan saja selama periode yang dianjurkan.

Berbagai versi takbiran ada, antara lain versi pendek dan panjang. Berikut ini bacaan takbiran panjang dalam tulisan Latin, lengkap dengan artinya. Bacaan ini diambil dari buku Panduan Praktis Salat Wajib & Sunah karya Abdul Bakir, S.Ag.

Takbiran panjang (Latin)

Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamdu. (Dibaca 3 kali)

Allaahu akbar kabiiraa wal hamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiila.

Laa ilaaha illallaahu wa laa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina wa lau karihal kaafiruun.

Laa ilaaha illallaahu wahdahu, shadaqa wa'dahu, wa nashara 'abdahu, wa a'azza jundahu wa hazamal ahzaaba wahdahu.

Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil hamdu.

Artinya

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar dan Maha Agung dan segala puji bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang, tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlas kami beribadah kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri-Nya, benar janji-Nya, Maha Penolong kepada hamba-Nya dan Dia mengusir musuh nabi-nabi-Nya dengan sendiri-Nya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan bagi-Nya segala puji."

Menurut laman Rumasyo, takbiran Idul Adha dibagi menjadi dua jenis: takbiran mutlak/mursal dan takbiran muqayyad. Kedua jenis memiliki waktu pelaksanaan yang berbeda.

Takbiran Mutlak

Takbiran mutlak tidak terikat waktu tertentu. Dapat dikumandangkan kapan saja selama berada dalam rentang waktu yang dianjurkan. Pada Idul Adha, takbir mutlak dapat dimulai sejak tenggelamnya matahari pada malam Id, kemudian berakhir saat imam memulai shalat Id.

Takbiran Muqayyad

Berbeda dengan takbiran mutlak, takbiran muqayyad terikat waktu. Dilakukan setiap selesai melaksanakan sholat fardhu dan sunnah. Takbir muqayyad dapat dimulai sejak Subuh pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) hingga Ashar hari tasyrik terakhir.

Jadwal Takbiran Idul Adha 2026

Takbiran Mutlak

  • Waktu Mulai: 10 Dzulhijjah/26 Mei 2026 setelah Maghrib (versi lain menyebut tanggal 1 Dulhijjah/18 Mei 2026)
  • Waktu berakhir: 10 Dzulhijjah/27 Mei 2026 sebelum dilaksanakan sholat Id (versi lain menyebut dapat dilaksanakan hingga hari tasyrik terakhir)
  • Ketentuan: Bisa dilaksanakan kapan saja dalam rentang waktu yang dianjurkan.

Takbiran Muqayyad

  • Waktu Mulai: 26 Mei 2026 (setelah Subuh)
  • Waktu berakhir: 30 Mei 2026 (waktu Ashar)
  • Ketentuan: Dibaca setiap selesai sholat fardhu dan sunnah.

Dalil Anjuran Takbiran Idul Adha

Menurut buku Fiqih Sunnah 2, hukum membaca takbir pada Hari Raya Idul Adha adalah sunah. Dalil mengenai perintah membaca takbir pada Idul Adha tercantum dalam firman Allah SWT:

"Dan berzikirlah kepada Allah pada hari yang telah ditentukan jumlahnya..." (QS al-Baqarah [2]: 203).

Selain itu, dalam surah al-Hajj ayat 37:

"... Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu..." (QS al-Hajj [22]: 37).

Dengan demikian, bacaan takbiran panjang ini tidak hanya menjadi ungkapan keagamaan, tetapi juga didukung oleh dalil-dalil yang menegaskan kewajiban dan keutamaan takbir pada Idul Adha. Praktik takbiran ini, baik mutlak maupun muqayyad, memperkaya ibadah dan mempererat rasa kebersamaan umat dalam merayakan hari kemenangan.

Takbiran Idul AdhaTakbiran MutlakTakbiran MuqayyadDzulhijjahShalat IdSunahRumasyo

Komentar

Memuat komentar...