Takbiran Idul Adha: Jadwal, Versi Panjang dan Pendek
Gambar atau konten salah?
Makassar – Hari Raya Idul Adha sudah di depan mata. Ketika hari raya tersebut semakin dekat, kumandang takbir biasanya mulai terdengar di masjid, mushola, hingga rumah-rumah umat Islam.
Takbiran menjelang hari raya Idul Adha merupakan bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Gemuruh suara takbir yang berkumandang senantiasa menghadirkan nuansa hangat dan penuh kebersamaan.
Bacaan takbiran yang dikumandangkan pada momen Idul Adha ini ada yang versi pendek dan ada yang versi panjang. Selain itu, waktu pelaksanaannya juga dibagi menjadi dua sehingga umat Islam perlu memahaminya sesuai tuntunan syariat.
Berikut ini bacaan takbiran Idul Adha versi panjang dan pendek lengkap dengan ketentuan pelaksanaannya. Simak selengkapnya!
Disadur dari buku Panduan Praktis Salat Wajib & Sunah oleh Abdul Bakir, S.Ag, berikut bacaan takbiran Idul Adha versi panjang:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرَ اللهُ أَكْبَرُ, لَآ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرْ وَلِلَّهِ الْحَمْد x3اللهُ أَكْبَرْ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاًلا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ أَلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُونَلا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُلا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
Arab Latin: Allaahu akbar, Allaahu akbar, Allaahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allaahu akbar wa lillaahil hamdu. (Dibaca 3 kali) Allaahu akbar kabiiraa wal hamdulillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukrataw wa ashiila. Laa ilaaha illallaahu wa laa na'budu illaa iyyaahu mukhlishiina lahud diina wa lau karihal kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdahu, shadaqa wa'dahu, wa nashara 'abdahu, wa a'azza jundahu wa hazamal ahzaaba wahdahu. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahil hamdu.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar dan Maha Agung dan segala puji bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan dan petang, tiada Tuhan melainkan Allah dan tidak ada yang kami sembah kecuali hanya Allah, dengan ikhlas kami beribadah kepada‑Nya, walaupun orang‑orang kafir membenci. Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri‑nya, benar janji‑nya, Maha Penolong kepada hamba‑nya dan Dia mengusir musuh nabi‑nabi‑nya dengan sendiri‑nya, tiada Tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan bagi‑Nya segala puji.”
Bacaan Takbiran Idul Adha Versi Pendek
Dikutip dari buku Tuntunan Praktek Ibadah karya Dr H A Rusdiana MM, berikut ini bacaan takbiran Idul Adha versi pendek:
الله اكبر, الله اكبر, الله أكبر. لا اله الا الله والله اكبر. الله أكبر ولله الحمد
Arab Latin: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil hamd.
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.
Waktu Takbiran Idul Adha
Sebagaimana telah disebutkan, bacaan takbiran Idul Adha dibagi menjadi dua jenis, yaitu takbiran mutlak/mursal dan takbiran muqayyad. Kedua jenis takbiran tersebut memiliki ketentuan waktu pelaksanaan yang berbeda.
Berikut ini ketentuan mengenai waktu takbiran mutlak dan muqayyad Idul Adha:
- Takbiran Mutlak – Takbiran mutlak adalah takbiran yang tidak terikat waktu tertentu. Takbir dapat dikumandangkan kapan saja dan di mana saja selama masih berada dalam rentang waktu yang dianjurkan. Pada saat Idul Adha, takbir mutlak dapat dimulai sejak tenggelamnya matahari pada malam Id, kemudian berakhir saat imam memulai shalat Id.
- Takbiran Muqayyad – Berbeda dengan takbiran mutlak, takbiran muqayyad ini terikat dengan waktu. Takbiran muqayyad dilakukan setiap selesai melaksanakan sholat fardhu dan sunnah. Takbir muqayyad ini dapat mulai dikumandangkan sejak Subuh pada hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) hingga Ashar hari tasyrik terakhir.
Jadwal Takbiran Idul Adha 2026
Berikut ini jadwal lengkap takbiran Idul Adha 2026:
- Takbiran Mutlak
- Waktu Mulai: 26 Mei 2026 (setelah Maghrib)
- Waktu Berakhir: 27 Mei 2026 (sebelum dilaksanakan sholat Id)
- Ketentuan: Bisa dilaksanakan kapan saja
- Takbiran Muqayyad
- Waktu Mulai: 26 Mei 2026 (setelah Subuh)
- Waktu Berakhir: 30 Mei 2026 (waktu Ashar)
- Ketentuan: Dibaca setiap selesai sholat fardhu dan sunnah
Demikianlah penjelasan mengenai bacaan takbiran Idul Adha versi pendek dan panjang, serta waktu pelaksanaannya. Semoga bermanfaat! (urw/alk)
Takbiran Idul Adha memiliki dua jenis, masing‑masing memiliki waktu pelaksanaan yang berbeda. Umat Islam dapat mengucapkannya kapan saja selama periode yang dianjurkan, maupun setiap selesai sholat fardhu dan sunnah, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Doa 1 Muharram 1448 H: Panduan Membaca Setelah Maghrib
Jadwal Puasa Muharram 2026: 1, 9, 10, 11 Muharram & Lainnya
Bansos PKH & BPNT 01 Juni 2026: Nominal & Cara Cek
Warkop DKI ViRaLiN dOoOoNg..!! Tayang 11 Juni 2026 Hari Rilis
BPJS Kesehatan Buka Pendaftaran PATT Juni 2026 Pekerja D3
Luwu Utara Cetak 2,960 Ha Lahan Sawah Baru, Target 20,000 Ha
Berita Terbaru
Cuaca Minggu 14/6: Berawan di Surabaya, Sidoarjo Kabur
Redite Paing: Manusa Yadnya Tidak Dianjurkan 14 Juni 2026
Jadwal Sholat 14 Juni 2026 Bandung: Subuh, Zuhur, Maghrib
Jadwal Salat Surabaya 02 & 14 Mei 2026: Imsak hingga Isya
Timnas Belgia Hadapi Mesir di Piala Dunia 2026, Target Juara
Denpasar Rilis Jadwal Shalat 14 Juni 2026: Subuh 05:09
Jaya Raya Jakarta Juara Yonex‑Sunrise Doubles 2026
Jadwal Sholat Minggu, 14 Juni 2026: Cirebon dan Sekitarnya
Cuaca Jawa Timur 14 Juni: Cerah Berawan Hingga Hujan Berat
Aquilani Jadi Pelatih Baru Sassuolo, Idzes Tantangannya
