Teh Basi: Rasa Asam, Buih, Warna Keruh Tanda Peringatan

Putri N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Teh Basi: Rasa Asam, Buih, Warna Keruh Tanda Peringatan

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, banyak orang yang belum sadar bahwa teh bisa menjadi basi setelah proses penyeduhan. Pencinta teh, Oza Sudewo, menjelaskan bahwa rasa teh berubah ketika sudah melewati batas waktu terbaiknya, meski masih berupa daun kering.

Oza mengungkap beberapa tanda yang mudah dikenali. Ia menulis di Instagram pada 23 April 2023: “Rasa berubah jadi asam”. Teh basi biasanya memiliki rasa asam, walaupun tidak sekuat makanan basi pada umumnya. Perubahan ini disebabkan oleh fermentasi alami yang terjadi ketika teh dibiarkan terlalu lama. Oza pernah mencatat, “Gue pernah ada satu kejadian... ini rasanya kok kayak ice lychee tea ya.” Meskipun terasa unik, kondisi ini menandakan kualitas teh sudah berubah.

Selanjutnya, muncul buih dan sensasi seperti soda menjadi indikator lain. Buih ini menandakan fermentasi sudah berlangsung lebih lama dan tidak terkontrol. Berbeda dengan kombucha yang melalui fermentasi terkontrol, teh basi mengalami fermentasi liar. Oza menegaskan, “Kalau ini kan nggak terkontrol, kamu gak tahu bakteri apa yang ada di dalam.”

Selain rasa dan tekstur, warna menjadi lebih keruh juga menjadi petunjuk penting. Teh yang baik biasanya memiliki kejernihan, meskipun warnanya bervariasi tergantung kualitas. Saat basi, tampilannya menjadi jauh lebih keruh. Oza menambahkan, warna bukan satu-satunya patokan. Ia pernah menyimpan teh di kulkas beberapa hari; warnanya keruh, namun rasanya belum tentu rusak. Meski ada indikator visual, rasa tetap menjadi parameter utama. Jika rasa sudah berubah, sebaiknya teh tidak lagi dikonsumsi.

Oza juga menekankan pentingnya memperhatikan tanggal “best before” pada kemasan. Meski daun teh kering belum basi, melewati batas waktu terbaik dapat memicu perubahan rasa dan tekstur. Pengalaman Oza menunjukkan bahwa proses fermentasi alami dapat memengaruhi kualitas teh dalam waktu singkat, sehingga konsumen harus waspada.

Berbagai tanda ini membantu konsumen menghindari minuman yang sudah tidak layak. Rasa asam, buih, dan warna keruh menjadi indikator sederhana namun efektif. Dengan memperhatikan ketiga faktor tersebut, orang dapat memastikan setiap cangkir teh tetap segar dan aman dikonsumsi.

Secara keseluruhan, artikel ini mengingatkan bahwa teh bukan hanya minuman hangat, melainkan juga produk yang rentan terhadap perubahan kualitas. Mengetahui tanda-tanda basi membantu menjaga kesehatan dan menikmati teh dengan aman.

teh basifermentasi alamirasanya asambuihwarna keruhbest beforeOza Sudewo

Komentar

Memuat komentar...