Terapkan Biaya Bahan Bakar Tambahan untuk Penumpang
Gambar atau konten salah?
Di tengah ketegangan geopolitik global, termasuk konflik di Iran, industri pariwisata dunia merasakan dampak langsung. Presiden StarDream Cruises, Michael Goh, menegaskan bahwa situasi ini memengaruhi sektor perjalanan, terutama lewat kenaikan biaya bahan bakar.
Menurut Goh, perubahan paling nyata terlihat pada kebijakan tambahan biaya, atau fuel surcharge, yang mulai diterapkan oleh berbagai pelaku industri. Maskapai penerbangan dan operator kapal pesiar menyesuaikan harga untuk menutup biaya operasional yang meningkat. Krisis global saat ini memang memengaruhi industri pariwisata. Maskapai dan cruise line mulai menerapkan fuel surcharge atau menyesuaikan harga untuk menutup biaya operasional yang meningkat, ujarnya di Mandarin Oriental Singapura.
StarDream Cruises memilih pendekatan yang lebih transparan kepada konsumen. Perusahaan menyesuaikan biaya tambahan berdasarkan kondisi di masing-masing wilayah operasional, seperti Singapura, Taiwan, dan Hong Kong. Penyesuaian ini mulai berlaku akhir Maret dan diumumkan di situs resmi perusahaan. Fuel surcharge ini berlaku untuk tamu umur dua tahun ke atas.
Contohnya, kapal pesiar Genting Dream mengenakan biaya tambahan bahan bakar sebesar SGD 15 (sekitar Rp 200 ribu) per tamu, per malam, untuk pelayaran yang berangkat dari Singapura dan pelabuhan-pelabuhan terdekatnya. Total biaya tambahan bahan bakar akan secara otomatis ditambahkan ke rekening tamu di atas kapal untuk diselesaikan pembayarannya sebelum turun dari kapal. Biaya tambahan ini akan ditinjau sesuai dengan pergerakan harga bahan bakar dan dapat disesuaikan ke bawah jika harga turun atau direvisi untuk pemesanan baru jika harga terus naik.
“Kami sangat terbuka kepada pelanggan. Kami jelaskan mengapa ada perbedaan biaya di setiap lokasi, karena semuanya disesuaikan dengan biaya riil yang terjadi,” jelas Goh. Bahkan dalam beberapa kasus, perusahaan masih memberikan subsidi untuk menekan beban biaya tambahan bagi penumpang.
Meski dihadapkan pada tantangan, Goh menyebut dampak langsung terhadap operasional perusahaan di Asia masih relatif terbatas. Ia melihat adanya peluang baru yang muncul akibat perubahan perilaku wisatawan. Ketika terjadi krisis, wisatawan cenderung menghindari perjalanan jarak jauh seperti ke Amerika dan memilih liburan yang lebih dekat. Ini menjadi peluang bagi kami, karena mereka beralih ke destinasi seperti Singapura, Hong Kong, atau Taiwan, di mana kapal kami beroperasi, katanya.
Selain itu, tren wisata premium juga menunjukkan peningkatan. Wisatawan kelas atas kini lebih mencari pengalaman yang praktis, nyaman, dan terkurasi. Layanan eksklusif seperti “The Palace” yang menjadi ciri khas StarDream Cruises dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut, dengan fasilitas personal seperti butler, area privat, hingga layanan all‑in‑one selama perjalanan.
Terkait masa depan, Goh mengakui bahwa ketidakpastian harga bahan bakar masih menjadi tantangan besar. “Tidak ada yang bisa memprediksi harga bahan bakar saat ini. Semua industri terus memantau situasi ini dengan sangat hati‑hati,” ujarnya. Meski demikian, ia optimistis permintaan terhadap perjalanan wisata tidak akan hilang. Hanya saja, pola konsumsi akan berubah. “Mungkin orang yang biasanya liburan tiga kali setahun akan mengurangi menjadi dua kali. Tapi kebutuhan untuk bepergian tetap ada,” tambahnya.
Ke depan, StarDream Cruises berkomitmen untuk terus menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar, memahami perilaku konsumen, serta menjaga keseimbangan antara biaya operasional dan pengalaman wisata yang ditawarkan.
Perubahan kebijakan fuel surcharge menandai adaptasi industri pariwisata terhadap fluktuasi harga energi. Sementara pelanggan diharapkan lebih peka terhadap perbedaan biaya regional, perusahaan menegaskan transparansi dan subsidi sebagai upaya menyeimbangkan kebutuhan ekonomi dan kenyamanan perjalanan. Dengan demikian, meski tantangan tetap ada, peluang baru bagi destinasi regional dan layanan premium tetap terbuka bagi para wisatawan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Bandara Husein Sastranegara Dipertimbangkan Rute Luar Jawa
Trans Luxury Hotel Surabaya Buka, Soft Opening Rp999.000
Jatiluwih: Turis Asia Domestik Naik, Barat Turun Pasar Konflik
Pendaki Terjatuh di Gunung Semeru, Evakuasi Sempat Lama
Allo PayLater dan Allo Prime Diskon 20% di Trans Studio
Berita Terbaru
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
