Thailand Turunkan Harga Tiket Bandara untuk Festival Songkran

Arif S. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
Thailand Turunkan Harga Tiket Bandara untuk Festival Songkran

Gambar atau konten salah?

Thailand menyiapkan sambutan hangat bagi wisatawan yang datang merayakan festival Songkran, meski konflik di Timur Selatan masih memengaruhi jalur penerbangan.

Otoritas Penerbangan Sipil Thailand (CAAT) menurunkan harga tiket dan menambah kapasitas penerbangan. Langkah ini bertujuan meringankan biaya perjalanan sekaligus memastikan ketersediaan kursi bagi penumpang selama periode liburan.

Menurut laporan Bangkok Post pada 26 Maret 2026, CAAT memantau dampak konflik regional yang pernah menghambat operasi penerbangan dan mengganggu konektivitas beberapa rute, khususnya yang mengandalkan transit di Timur Selatan.

Meski begitu, penerbangan langsung antara Thailand dan Eropa tetap berjalan normal. Penumpang yang biasanya transit di wilayah tersebut kini beralih ke layanan langsung, sehingga tiket kelas premium masih tersedia.

Alternatif lain adalah transit melalui China dengan tarif lebih murah, meskipun waktu tempuh lebih lama. Beberapa maskapai Timur Selatan telah mulai beroperasi kembali, namun kapasitasnya masih terbatas.

CAAT mengingatkan penumpang untuk selalu memeriksa status penerbangan dan persyaratan maskapai sebelum melakukan transit.

Direktur Jenderal CAAT, Manat Chuanprayoonsuk, menyatakan bahwa pihaknya memantau harga tiket dengan ketat, khususnya saat periode puncak perjalanan.

Untuk liburan Songkran, 10‑15 April, kami bekerja sama dengan Thai Airways, Bangkok Airways, Thai AirAsia, Nok Air, Thai Lion Air, dan Thai Vietjet untuk menambah kapasitas dan menurunkan biaya perjalanan,” ujar Manat.

Enam maskapai tersebut sepakat menurunkan tarif 15‑30 % pada 11 rute pulang‑pergi, termasuk rute populer Bangkok‑Chiang Mai, sehingga pelancong dapat menikmati perjalanan lebih nyaman dan terjangkau selama liburan Songkran.

Dengan penyesuaian harga dan peningkatan kapasitas, Thailand berupaya menjaga aksesibilitas bagi wisatawan, sekaligus menanggapi perubahan dinamika penerbangan global.

SongkranCAATkonflik Timur Selatanpenerbangantiket murahtransit China

Komentar

Memuat komentar...