Tiket Pesawat Naik 9-13% Karena Avtur Melonjak di Indonesia

Bambang W. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 89 dibaca
Bisik.id
Tiket Pesawat Naik 9-13% Karena Avtur Melonjak di Indonesia

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia mengizinkan kenaikan harga tiket pesawat domestik antara 9-13% untuk menyesuaikan biaya operasional yang melonjak akibat harga avtur global.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, tekanan geopolitik di dunia telah memicu kenaikan harga avtur. Ia menyebutkan bahwa di Filipina harga avtur sudah menembus Rp 25.326 per liter, sedangkan di Thailand mencapai Rp 29.518 per liter. Sementara di Indonesia, per hari ini harga avtur di Bandara Soekarno‑Hatta adalah Rp 23.551 per liter.

Airlangga menegaskan bahwa avtur termasuk Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan mengikuti perkembangan pasar global. “Kenaikan ini sangat mempengaruhi operasional maskapai nasional, di mana komponen avtur berkontribusi hingga 40% dari total biaya operasional pesawat,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta Pusat pada Senin, 6 April 2026.

Ia menambahkan, “Tentunya kalau kita tidak menyesuaikan, maskapai penerbangan lain bisa memanfaatkan perbedaan harga tersebut.”

Untuk menjaga kenaikan tiket tetap dalam kisaran 9-13%, Airlangga mengumumkan langkah pertama berupa PPN DTP 11% untuk tiket angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi. Ia menjelaskan bahwa pajak tersebut akan ditanggung pemerintah.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menyeimbangkan biaya operasional maskapai dan menjaga harga tiket tetap terjangkau bagi masyarakat. Kenaikan harga avtur yang signifikan menuntut penyesuaian tarif agar maskapai tetap kompetitif di pasar internasional.

Kenaikan harga tiket pesawatavtur globalMenteri Airlangga HartartoBandara Soekarno‑HattaPPN DTP 11%maskapai penerbanganbiaya operasional

Komentar

Memuat komentar...