Tips Uda Dian: Rendang Paru Idul Adha Tanpa Aroma Amis

Kartika D. · 3 min baca · 9 hari lalu · 16 dibaca
Bisik.id
Tips Uda Dian: Rendang Paru Idul Adha Tanpa Aroma Amis

Gambar atau konten salah?

Rendang paru bukan sekadar hidangan daging, melainkan pilihan spesial bagi perayaan Idul Adha tahun ini. Untuk menghindari rasa amis, chef Minang Uda Dian berbagi beberapa trik sederhana.

Uda Dian Anugrah, yang sering dipanggil Uda Dian, adalah salah satu pakar kuliner Minang yang dikenal lewat produk rendangnya, Rendang Minang. Selama lebih dari satu dekade, ia telah mengajar lewat cooking class dan menjadi pembicara di acara kuliner nasional.

"Saya buat rendang sudah lebih dari 15 tahun. Rendang paru itu populer, tapi jika tidak benar mengolahnya maka aroma amisnya tidak akan hilang. Ada tahapan yang tak boleh dilewatkan saat membuat rendang paru," ujarnya.

Berikut empat tips sederhana yang ia bagikan pada 25 Mei 2026 untuk membuat rendang paru Idul Adha yang tidak amis dan tetap lezat.

1. Rebus paru dengan rempah dan daun aromatik

Uda Dian menyarankan agar paru sapi direbus terlebih dahulu sebelum dimasak menjadi rendang. Tahapan ini penting untuk menghilangkan aroma amis sekaligus membuat tekstur paru lebih empuk. Paru sebaiknya dipotong kecil agar bagian dalamnya mudah dibersihkan. Saat merebus, tambahkan serai, daun kunyit, dan garam agar aroma paru lebih harum. Ia juga menambahkan daun limau atau daun ketumbar untuk memberi wangi alami pada rebusan.

"Pertama, daging paru yang telah dibersihkan harus direbus dengan rempah-rempah dan daun aromatik seperti daun jeruk atau daun salam," kata Uda Dian.

2. Masukkan paru saat bumbu rendang sudah berminyak

Menurutnya, paru tidak langsung dimasukkan ke dalam santan mentah seperti daging sapi pada umumnya. Paru sebaiknya dimasukkan ketika bumbu rendang sudah dimasak hingga keluar minyak atau memasuki tahap kalio. Tahapan ini membuat bumbu lebih matang dan aromanya lebih kuat sehingga mudah meresap ke dalam paru. Selain itu, cara ini juga membantu mengurangi aroma amis dari jeroan.

"Bumbu rendang yang sudah dimasak dan berminyak baru dimasukkan parunya," jelasnya. Teknik tersebut membuat paru tetap empuk, tidak alot, sekaligus menghasilkan rendang dengan rasa gurih yang lebih pekat dan kaya rempah khas Minang.

3. Gunakan api kecil saat masak rendang paru

Memasak rendang membutuhkan kesabaran dan perhatian penuh. Uda Dian menyebut rendang paru maupun rendang daging harus dimasak menggunakan api kecil hingga sedang agar bumbu matang perlahan dan tidak gosong. Selama proses memasak, rendang juga perlu diaduk sesekali supaya bagian bawah tidak lengket atau terbakar.

"Saat masak rendang paru, tetap harus diperhatikan dan tidak boleh ditinggal," kata Uda Dian. Proses karamelisasi santan dan bumbu inilah yang membuat warna rendang menjadi lebih gelap serta rasanya semakin gurih. Jika dimasak dengan api terlalu besar, bumbu bisa cepat kering tetapi bagian dalam paru belum meresap sempurna sehingga hasil akhirnya kurang maksimal.

4. Paru bisa dimasak bersama daging sapi

Uda Dian menjelaskan rendang paru sebenarnya bisa dimasak bersamaan dengan rendang daging. Namun, waktu memasukkan bahan harus diperhatikan agar teksturnya tetap bagus. Daging sapi yang teksturnya keras, seperti bagian paha, bisa dimasukkan lebih awal karena membutuhkan waktu masak lebih lama. Sementara paru sebaiknya dimasukkan belakangan ketika bumbu sudah mulai berminyak. Begitu juga jika memakai daging has dalam yang lebih lunak.

"Kalau daging sapi has dalam tidak bisa dimasukkan di awal karena bisa hancur," jelasnya. Teknik ini membuat seluruh bahan matang merata, tetap empuk, dan tidak kehilangan tekstur saat dimasak berjam-jam.

Dengan mengikuti empat langkah sederhana ini, rendang paru Idul Adha bisa menjadi hidangan yang menggugah selera tanpa rasa amis. Uda Dian menekankan pentingnya perhatian pada setiap tahapan, dari pembersihan paru hingga pemilihan api. Hasil akhirnya adalah rendang paru yang empuk, beraroma harum, dan kaya rempah Minang, siap dinikmati bersama keluarga pada hari raya.

rendang paruMinangUda Dianaroma amisapi kecilsantanrempah aromatik

Komentar

Memuat komentar...