Titiek Soeharto Tinjau Kuota 3.000 Wisatawan Komodo Indonesia

Eko P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Titiek Soeharto Tinjau Kuota 3.000 Wisatawan Komodo Indonesia

Gambar atau konten salah?

Di Labuan Bajo, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi – yang lebih dikenal sebagai Titiek Soeharto – mengunjungi kawasan wisata Komodo pada Jumat, 24 April 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari kunjungan kerja untuk meninjau kebijakan kuota wisatawan di Pulau Komodo.

Menurut aturan Kementerian Kehutanan (Kemenhut), hanya 1.000 wisatawan yang diizinkan masuk setiap harinya. Namun, para pelaku pariwisata di Labuan Bajo mengusulkan kenaikan kuota menjadi 3.000 per hari. Usulan tersebut masih dalam tahap kajian lebih lanjut.

“Kita minta dikaji lagi, kuotanya bisa dinaikkan,” tegas Titiek Soeharto. Ia menekankan perlunya peninjauan ulang kebijakan kuota ini.

Di acara tersebut hadir Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki, serta dua puluh dua perwakilan asosiasi pariwisata. Diskusi berlangsung di ruang rapat yang penuh dengan harapan akan peningkatan kunjungan.

Menurut Titiek, usulan 3.000 per hari terlalu tinggi untuk saat ini. Ia menilai kenaikan kuota harus dilakukan secara bertahap. “Belum bisa ya, kita pelan‑pelan naiknya,” ujarnya.

“Ini baru mau dikaji lagi, pelan‑pelan lah tapi ya jangan 1.000,” tambah Titiek. Ia menekankan pentingnya perubahan perlahan demi kelestarian kawasan.

Selama dialog, Titiek meminta Wamenhut untuk segera menambah kuota. “Oh mungkin apa lah pak saya ada di sini naikin lah kuotanya sedikit biar senang nih, bisa jangan 1.000 lagi, naik ini dikit‑dikit, berapa bisa Pak,” tanyanya kepada Rohmat, yang disambut tepuk tangan pelaku wisata.

Wamenhut tidak dapat langsung menyanggupi permintaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa ia harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni. “Tentunya saya harus melaporkan kepada Bapak Menteri Kehutanan terkait dengan aspirasi untuk ada penambahan kuota,” kata Rohmat.

Ia juga mengungkapkan bahwa selama tiga pekan penerapan kuota ini, ada delapan hari di mana kuota di atas 1.000 per hari. “Tapi perlu saya sampaikan bahwa dari tanggal 1 sampai 22 kemarin itu ada 8 hari yang kuotanya sudah kita naikkan akibat penyesuaian di lapangan. Ada yang 1.100, 1.200, 1.300. Bapak Ibu pasti memahami itu,” jelas Rohmat.

Para pelaku pariwisata menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembatasan kunjungan ke Tanah Nasional Komodo. Namun, mereka menginginkan kuota yang lebih tinggi agar sektor pariwisata dapat berkembang. “Kami dari teman‑teman tidak ada yang menolak pembatasan, tidak ada yang menolak konservasi karena kami tahu masa depan kami bergantung bagaimana kami menjaga lingkungan, bagaimana kita bisa membangun negara ini dari sektor pariwisata yang berkelanjutan,” kata perwakilan asosiasi pariwisata, Budi Widjaja.

Diskusi ini menyoroti ketegangan antara kebutuhan ekonomi pariwisata dan upaya pelestarian lingkungan di Komodo. Kenaikan kuota, bila disetujui, akan memerlukan koordinasi lebih lanjut antara pemerintah, pelaku pariwisata, dan lembaga konservasi.

Komodokuota wisatawanLabuan BajoSiti Hediati HariyadiKemenhutpariwisatakelestarian

Komentar

Memuat komentar...