TKA SMP: Ujian Terbuka bagi Murid Berkebutuhan Khusus
Gambar atau konten salah?
Di acara taklimat TKA jenjang SMP yang digelar di Hotel Four Points, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 07 April 2026, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Pusmendik Kemendikdasmen) Rahmawati menegaskan bahwa ujian ini akan tetap terbuka bagi murid berkebutuhan khusus, baik yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun di sekolah reguler.
“Tidak hanya untuk SLB, murid-murid berkebutuhan khusus di sekolah reguler pun, kami memberikan akomodasi,” ujarnya di depan para pengajar dan perwakilan dinas pendidikan.
Untuk murid tunanetra atau low vision, paket soal yang disediakan tidak memuat grafik, gambar, atau tabel. Sistem akan membacakan soal melalui aplikasi screen reader, sehingga soal disajikan dalam bentuk kalimat-kalimat. “Soalnya akan dibacakan oleh aplikasi melalui screen reader, jadi dalam bentuk kalimat-kalimat,” jelas Rahmawati.
Di sisi lain, murid yang mengalami hambatan pendengaran atau belajar spektrum ringan mendapat soal yang lebih sedikit kalimat namun lebih banyak gambar, tabel, dan grafik. “Hal ini dikarenakan, murid lebih kuat secara visual dibandingkan kalimat kompleks,” tambahnya.
Rahmawati juga menegaskan bahwa proses monitoring sudah berjalan. “Dan itu sudah diterapkan, Alhamdulilah yang tunanetra itu sudah dimonitor langsung. Jadi harapannya ini bisa memenuhi sifat dari berkeadilan kita untuk mengakomodasi siswa bisa mengikuti TKA secara optimal,” ujarnya.
Partisipasi peserta pada gelombang pertama TKA mencapai 98,3 persen. Total 1.935.778 peserta mengikuti ujian, di mana 1.777.571 peserta bersertifikat daring dan 158.207 peserta memakai moda semi daring.
Pelaksanaan ini melibatkan 24.195 pengawas dan 2.345 penyelia dari Dinas Pendidikan Provinsi serta Kantor Wilayah Kementerian Agama. Untuk mengendalikan jalannya ujian, Kemendikdasmen membentuk posko nasional di Hotel Four Points, yang menjadi titik temu antara perwakilan dinas pendidikan dan Kanwil Kemenag.
Selain posko nasional, pemerintah daerah juga membuka Posko Pendampingan di wilayah masing-masing. Posko ini berfungsi sebagai pusat bantuan (helpdesk) bagi satuan pendidikan, sehingga kendala di lapangan dapat ditangani lebih cepat dan terkoordinasi.
Dengan sistem posko dan akomodasi yang terstruktur, TKA diharapkan dapat dijalankan secara adil dan efektif, memberi kesempatan bagi semua murid, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, untuk mengikuti ujian dengan kondisi yang mendukung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Guru PPPK Paruh Waktu Terbayar Lebih Rendah dari Honorer ini
JPPI Tegaskan Transparansi Dana Revitalisasi Sekolah
MK Hadiri Sidang Uji APBN 2026: Program MBG di Pendidikan
SPMB SD: Usia 5,5‑6 Tahun Bisa Daftar, Pakar Kesiapan
SPMB Lampung 2026: Pendaftaran SMA Reguler & SMK Dibuka
SILN Jeddah Buka Lowongan Guru SD di Arab Saudi
Berita Terbaru
BEM Malang Raya Pasang Pos Logistik MBG di DPRD Malang
Kenaikan Harga Obat di Jakarta Terkait Nilai Rupiah Turun
Suzuki Luncurkan Wagon R Bioflex di India, Fokus Armada
Messi Tunggul Hat-Trick, Rekor Piala Dunia 2026: 3 Gol Menangi
B50 Biodiesel 1 Juli 2026 Tanpa Gangguan Minyak Goreng
SIM Keliling Medan Hadir di 5 Gerai, Warga Bisa Perpanjang SIM
Super Mario Bros. Kaset Tersegel Jual Rp 53,2 Miliar
Gus Ipul Sebut Prof. Nasaruddin Umar Calon Ketua PBNU
Guru PPPK Paruh Waktu Terbayar Lebih Rendah dari Honorer ini
Mahasiswa Malang Protest MBG, Tuntut Evaluasi Program
