TNI, Polri siapkan 72 ribu personel aman Idul Fitri
Gambar atau konten salah?
Keamanan malam takbiran dan salat Idul Fitri 1447 H diprioritaskan di seluruh Indonesia. Sekitar 72.000 personel TNI dan Polri ditempatkan untuk menjaga ketertiban selama kegiatan serentak di berbagai daerah.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pengamanan tersebut bersifat menyeluruh. “Kegiatan takbir keliling harus diamankan karena berlangsung serentak di semua wilayah,” ujarnya pada sesi pers di Pos Terpadu Mudik Lebaran 2026, Medan, Sumatera Utara.
Ia menambahkan bahwa pengamanan juga akan melibatkan pelaksanaan salat Idul Fitri keesokan harinya. “Selain itu, pelaksanaan salat Idul Fitri di seluruh wilayah Indonesia juga harus diamankan,” jelas Listyo.
Setelah Idul Fitri, masyarakat biasanya melaksanakan halal bihalal dan acara lanjutan lainnya. Kapolri menekankan perlunya pengamanan untuk kegiatan tersebut juga.
Menurut data Jasa Marga, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan total 270.315 kendaraan, naik 4,62 % dibandingkan Operasi Ketupat 2025 yang mencapai 258.383 kendaraan. Puncak arus balik diperkirakan pada 24-25 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.
Sejak 11 hingga 20 Maret 2026, tercatat 1.740.968 kendaraan keluar Jakarta, meningkat 2,82 % dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mengurai kemacetan, pemerintah menerapkan ganjil genap, contraflow, dan one way di tingkat lokal maupun nasional.
Kementerian Perhubungan menyarankan masyarakat menghindari puncak arus balik dengan memanfaatkan program work from anywhere (WFA) pada 25-27 Maret 2026. Selain itu, pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas diperpanjang hingga 29 Maret 2026 untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Kendaraan tertentu yang berkaitan dengan kebutuhan pokok tetap diberikan pengecualian.
Polisi mengapresiasi semua pihak yang berperan dalam pengaturan arus mudik dan balik. “Terima kasih atas kerja keras seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. Selamat Idul Fitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.
Ringkasan: Pemerintah menyiapkan 72.000 personel TNI dan Polri untuk keamanan malam takbiran dan salat Idul Fitri di seluruh Indonesia. Kapolri menegaskan perlunya pengamanan untuk kegiatan takbir, salat, dan halal bihalal. Puncak arus mudik pada 18 Maret 2026, dengan arus balik diperkirakan 24‑25 dan 28‑29 Maret. Pemerintah menerapkan berbagai kebijakan lalu lintas dan menyarankan WFA pada 25‑27 Maret untuk mengurangi kemacetan. Pembatasan kendaraan sumbu tiga ke atas tetap berlaku hingga 29 Maret. Semua pihak dihargai atas kontribusi dalam menjaga ketertiban selama Lebaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Rupiah Jatuh ke Rp 18.000, Mata Uang Terlemah Asia 12 Juni
Balai Pengajian Miftahul Jannah Dibangun Ulang Bersama TNI
Bawaslu Tawarkan Beasiswa PNS Sarjana hingga Doktor 2026
Gubernur Sumut Buka Trail of the Kings UTMB 2026 di Samosir
Serangan Jantung Saat Tidur: Gejala dan Tanda Peringatan
Musang di Loteng: Cara Sederhana Mengusir Tanpa Kerusakan
Berita Terbaru
Muharram 2025: Sepuluh Amalan Penting Memulai Tahun Baru Islam
Puasa 1 Muharam 1448 H: Boleh, Niat & Jadwal 16 Juni
Luwu Utara Cetak 2,960 Ha Lahan Sawah Baru, Target 20,000 Ha
PP PBVSI Pilih Toiran Gonzales Reidel, Timnas Siap AVC 2026
KKP Rencanakan Insentif Daerah untuk Hindari Sampah ke Laut
270 Personel Dishub & Polrestabes Lindungi CFD Palembang
Rupiah Jatuh ke Rp 18.000, Mata Uang Terlemah Asia 12 Juni
