Tracer Study ITS 2024: Alumni Bekerja, Gaji Tinggi

Ratna D. · 3 min baca · 2 jam lalu · 30 dibaca
Bisik.id
Tracer Study ITS 2024: Alumni Bekerja, Gaji Tinggi

Gambar atau konten salah?

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi berbasis sains dan teknologi tertua di Indonesia. Setiap tahun, lebih dari 30 ribu calon mahasiswa bersaing memperebutkan tempat melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Alumni ITS tersebar di berbagai bidang, mulai dari industri nasional dan multinasional hingga jabatan pemerintah. Untuk mengetahui bagaimana kondisi mereka setelah lulus, ITS melakukan Tracer Study 2024.

Survei ini meneliti lima kategori responden: bekerja (penuh waktu maupun paruh waktu), berwirausaha, melanjutkan pendidikan, belum bekerja tapi sedang mencari pekerjaan, dan belum memungkinkan untuk bekerja.

Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas alumni sudah masuk dunia kerja. 81,80 % responden bekerja, baik penuh maupun paruh waktu. Sementara 11,39 % masih mencari pekerjaan. 3,02 % memilih jalur kewirausahaan. 3,21 % belum dapat bekerja, dan 0,58 % melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Jika dilihat dari sektor tempat kerja, sekitar 73,25 % alumni bekerja di perusahaan swasta. 19,57 % berada di BUMN atau BUMD, 5,30 % di instansi pemerintah, 0,50 % di organisasi non-profit atau LSM, dan 0,64 % di lembaga multilateral.

Tracer Study 2024 menargetkan lulusan tahun 2023. Dari 4.134 alumni yang menjadi sasaran, 4.110 orang mengisi kuesioner. 99,49 % responden berhasil diikutkan, menunjukkan tingkat partisipasi yang sangat tinggi.

Berikut rincian partisipasi menurut jenjang pendidikan. Sebagian besar responden berasal dari program Sarjana (S1) dengan 3.615 alumni. Lulusan Sarjana Terapan (D4) sebanyak 519 responden.

Per fakultas, data menunjukkan tingkat partisipasi hampir mencapai 100 % di semua fakultas. Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) memiliki 868 responden dari 873 target, atau 99,43 % partisipasi.

Fakultas Teknik Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) mencatat 758 responden dari 762 target, 99,47 % partisipasi. Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK) melibatkan 616 responden dari 619 target, 99,52 % partisipasi.

Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) juga menunjukkan partisipasi tinggi: 560 responden dari 565 target, 99,12 % partisipasi.

Fakultas Vokasi (FV) mencatat 515 responden dari 519 target, 99,23 % partisipasi. Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) menjadi fakultas dengan persentase respons tertinggi, 99,78 % setelah 460 dari 461 target alumni berpartisipasi.

Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD) memperoleh 333 responden dari 335 target, 99,40 % partisipasi. Tingginya tingkat respons di semua fakultas menandakan representasi alumni yang sangat baik.

Tracer Study 2024 juga meneliti rata‑rata gaji bersih alumni yang bekerja. Rata‑rata gaji bersih mencapai Rp6.947.914 per bulan.

Menurut fakultas, lulusan dengan penghasilan tertinggi berasal dari FTEIC, yakni Rp8.051.041 per bulan. “Tingginya rata‑rata ini kemungkinan dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan akan keahlian di bidang digital yang terus berkembang pesat,” kata survei.

Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) berada di posisi kedua, dengan rata‑rata penghasilan Rp7.237.035 per bulan.

Rata‑rata gaji lulusan fakultas lainnya adalah:

  • Fakultas Teknologi Kelautan (FTK): Rp6.897.250
  • Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK): Rp6.769.047
  • Fakultas Vokasi (FVokasi): Rp6.449.740
  • Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD): Rp6.442.315
  • Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD): Rp6.251.084

Menariknya, alumni yang memilih jalur kewirausahaan memiliki rata‑rata penghasilan lebih tinggi. Survei menunjukkan pendapatan bulanan rata‑rata alumni ITS yang berwirausaha mencapai Rp9.365.787 per bulan. “Temuan ini menjadi sorotan penting, mengingat besaran penghasilan merupakan salah satu faktor utama yang dipertimbangkan dalam keputusan untuk berwirausaha serta dapat mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan alumni,” tulis survei tersebut.

Tracer Study 2024 memberikan gambaran mandiri tentang kondisi lulusan ITS setelah lulus. Data menunjukkan sebagian besar alumni berhasil masuk dunia kerja, terutama di sektor swasta, dan memiliki penghasilan yang kompetitif. Jalur kewirausahaan sendiri menunjukkan potensi pendapatan yang lebih tinggi, memberi inspirasi bagi alumni lain untuk mempertimbangkan usaha sendiri. Dengan partisipasi hampir 100 % di semua fakultas, hasil survei ini dapat dipercaya mewakili kondisi nyata para lulusan ITS.

Tracer Study 2024ITS alumnipenghasilan rata-ratakewirausahaansektor swastapartisipasi hampir 100%gaji bersih

Komentar

Memuat komentar...